Terkait OTT Kepala BPN, Tim Saber Pungli Polda Sumut Sita Uang Rp 100 Juta

tribratanewspoldasumut.com : Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih (Saber) pungutan liar (pungli) Polda Sumatera Utara (Sumut) berlangsung selama empat jam di Kantor Kantor ATR/BPN Deliserdang.

OTT ini bermula dari laporan warga yang kecewa dengan kinerja BPN Deliserdang. Sertifikat tanahnya tak selesai hingga tiga tahun lamanya. Si pengurus sertifikat itu kemudian mengadu ke Polda Sumut.

Tipikor Polda Sumut langsung menindaklanjuti laporan laporan itu, membuat rencana. Ketika si pelapor yang mengurus sertifikat itu menghubungi Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran, Maltus Hutagalung via ponsel, speakernya didengarkan kepada petugas Saber Pungli Polda Sumut, Maltus meminta uang Rp 40 juta dan diserahkan kepadanya di Kantor BPN Deliserdang.

Selanjutnya si pengurus sertifikat menyanggupi Rp 20 juta dan disetujui Maltus. Pada saat si pengurus sertifikat menyerahkan uang dimaksud kepada Maltus, disitulah tim saber pungli polda sumut melakukan OTT.

Setelah menangkap tangan Maltus, Tim Saber Pungli Polda Sumut masuk ke kantor BPN Deliserdang untuk melakukan penggeledahan. Mereka bergegas ke ruang Maltus dilantai dua. Di ruangan itu, ada dua staf yakni Ayu dan Imel. Ayu dan Imel langsung diperintahkan keluar ruangan dan jongkok menghadap dinding di depan pintu masuk lantai dua.

Dibantu personel Polres Deliserdang, anggota Tipikor Polda Sumut menutup akses keluar masuk kantor BPN dengan menyiagakan personel Shabara  berpakaian lengkap.

Maltus yang semula juga diminta jongkok, diminta berdiri. Dia ditanyai tentang uang yang diterimanya dari warga yang mengurus sertifikat tanah. Tak berkutik, Maltus menunjukkan letak uang dimaksud.

Personel Tipikor Polda Sumut menggeledah kendaraan dinas Maltus yang terparkir di depan Kantor BPN Deliserdang. Seluruh bagian dalam mobil Kijang Inova  BK 1173 M warna putih itu tak luput dari pemeriksaan, pengeledahan itu menjadi tontonan warga yang hendak mengurus sertifikat hak milik tanah.

Lima menit kemudian, petugas menemukan uang Rp 60 juta dalam keadaan terbungkus plastik kresek warna merah, petugas terus melakukan penggeledahan dan menemukan lagi Rp 40 juta dari dalam rungan Maltus. Sejumlah dokumen yang ada di dalam ruangan kerjanya diperiksa satu persatu oleh petugas. Dokumen terkait pengukuran tanah di periksa.

Selesai di ruangan seksi pengukuran, petugas melanjutkan pemeriksaan ke ruangan Kepala Seksi Pengesahan Pertanahan, Indra Imanuddin. Setiap sudut ruangan dan lemari serta laci disisir petugas. Petugas menemukan uang dari dalam laci kerja, Indra senilai Rp 7 juta, menurut pengakuan Indra kepada petugas Tipikor, uang tersebut adalah uang cicilan kredit, namun petugas tak langsung percaya dengan pengakuan Indra.

Selesai melakukan pengeledahan di ruang Seksi Pengesahan Pertanahan, petugas menyasar ruangan Kepala Kantor BPN Deliserdang Calvyn A Sembiring. Di sana petugas hampir satu jam.

Setelah menggeledah hampir semua ruangan di kantor yang mengurus pertanahan itu, Calvyn A Sembiring, Maltus dan Indra disatukan di ruangan kepala BPN, mereka ditanyai soal sejumlah dokumen dan uang yang disita.

Ditanya soal penangkapan di kantor BPN Deliserdang, Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Toga Habinsaran Panjaitan membenarkan adanya penangkapan terhadap sejumlah pejabat di kantor BPN Deliserdang. “Sementara diperiksa enam orang nanti akan berkembang”. Uang yang disita Tipikor Polda Sumut ada sekitar ratusan juta rupiah. “Ratusan, nanti ya masih diperiksa mereka (pejabat BPN,red),” kata Togar.

Mereka yang diamankan adalah Kepala BPN Deliserdang Calvyn Sembiring; Kepala Seksi Pengukuran Maltus Hutagalung; Kepala Tata Usaha Hendrik; Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Indra Imanuddin; Kepala Sub Seksi Pengukuran Iwan Muslim; Ayu, ajudan Maltus; Imel, ajudan Maltus, petugas pengukuran Beslin Panggabean, serta supir Maltus.

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.