Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Sumut, Ini Sosok dan Profil AKBP Tatan Dirsan Atmaja

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Kabid Humas Polda Sumut secara resmi dijabat oleh AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK. menggantikan Kombes Pol Rina Sari Ginting yang dipercaya pimpinan menduduki jabatan Kabid TI Polda Sumut.  Hal tersebut usai pelaksanaan serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Sumatera Utara  Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw.

Selain jabatan Kabid Humas Polda Sumut, Kapolda Sumut juga memimpin pelaksanaan sertijab Kabid TI dan Direktur Sabhara Poldasu serta 5 Kapolres dan Wakapolrestabes jajaran Polda Sumut.

Sebelumnya AKBP Tatan menjabat sebagai Wakapolrestabes Medan. Ia kemudian digantikan oleh AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto yang sebelumnya menjabat Kapolres Pariaman Polda Sumbar.

Selama bertugas di Kepolisian, AKBP Tatan dikenal dekat dengan masyarakat dan bawahannya.

Bahkan saat AKBP Tatan menjabat sebagai Kapolres Asahan beberapa waktu yang lalu, banyak personil Polres Asahan dan masyarakat Asahan yang menghadiri upacara pelepasan AKBP Tatan yang menitikkan air mata karena berat melepas dirinya yang saat itu akan menempati jabatan baru sebagai Wakapolrestabes Medan.

Hal tersebut membuktikan kedekatan AKBP Tatan dengan masyarakat dan bawahannya tanpa ada sekat bahwa Ia merupakan pimpinan atau pejabat.

AKBP Tatan mengungkapkan menduduki jabatan sebagai pemimpin bukan berarti harus bersikap kejam dan berjarak pada bawahan agar dinilai tegas. Ketegasan kepemimpin adalah tentang bagaimana berani mengatakan salah atau benar kepada bawahan, meskipun hubungan secara individu sudah terjalin sangat dekat.

Sikap itu pula yang diterapkan AKBP Tatan Dirsan Atmaja Sik kepada bawahannya, selama Ia bertugas memimpin. Secara personal, pria kelahiran Medan 5 Oktober empat puluh lima  tahun silam itu, selalu menjalin kedekatan pribadi dengan bawahan, lapisan masyarakat, maupun wartawan hingga mampu mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat baik itu saat AKBP Tatan menjabat sebagai Kapolsek maupun Kapolres.

“Dekat dengan bawahan bukan berarti lemah. Kalau ada personil yang salah tetap ditindak, kalau berprestasi tetap diberi apresiasi. Namun, komunikasi tetap harus dibangun dengan baik,” kata AKBP Tatan.

Selain sikap kesederhanaan dan kedekatan yang dimiliki lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996 itu, sikap kepemimpinan ia tunjukkan melalui keberaniannya, saat mengungkap kasus. Dia berada pada di posisi paling depan dan tak melulu mengandalkan bawahan.

“Bagi saya, menjadi pemimpin memang harus berada di depan. Memberikan contoh. Jadi, tidak hanya sekedar bisa memberikan perintah,” ucapnya.

Keberanian itu pernah ia tunjukkan saat pengungkapan kasus peredaran gelap 7 kilogram sabu, pengembangan kasus Polres Jakarta Barat pada akhir bulan Januari 2017 lalu.

Ketika itu, bungsu dari 14 bersaudara tersebut nyaris dihantam mobil tersangka yang mencoba kabur.

Dengan pengalamannya bertugas di Brimob pada tahun 2010 dan menjabat sebagai Kaurdal Ops Bagops Korbrimob Polri, ia bersama tim gabungan berhasil membekuk 4 tersangka kasus narkotika.

Termasuk kelihaiannya saat menjabat Kapolres Asahan beberapa waktu lalu, dalam berkomunikasi pada masyarakat Kampung Tengah di Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat yang selama ini dikenal sebagai basis aktivitas peredaran narkoba di sana.

Tak menunggu lama, AKBP Tatan bersama forum pimpinan pemerintah daerah mengadvokasi dan memberikan pencerahan anti narkoba pada warga di sana.

Pelan tapi pasti, para begundal narkoba di Kampung Tengah terdesak. Aktivitas niaga barang haram di sana dibabat rata. Dijamannya pula posko anti narkoba didirikan bekerjasana dengan stakeholder terkait kawasan itu kini berubah menjadi daerah ramah anak.

Sikap kepemimpinan (leadership) AKBP Tatan saat menjabat Kapolres Asahan bukan hanya terlihat pada urusan pekerjaan semata.

Hubungan kepada seluruh lapisan masyarakat juga terajut dengan baik. Semua elemen dirangkul. Baik itu unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Asahan, insan pers, aktivis, alim ulama dan seluruh lapisan masyarakat saat itu.

Sebagai seorang polisi yang tugasnya melayani masyarakat, tak membuat perwira melati dua malah duduk manis di rumah.  Hal tersebut ditunjukkan AKBP Tatan Dirsan Atmaja saat masih menjabat sebagai Waka Polrestabes Medan. Ia membawa sejumlah anggotanya untuk melihat titik genangan air dan mengurai kemacetan. Salah satunya di lokasi genangan air jalan lintas provinsi, di depan Mako Polda Sumut.

Meski hujan masih terus membasahi bumi hingga pukul 00.30 wib, AKBP Tatan bertahan dilokasi banjir bersama anggotanya untuk mengurai kemacetan. Turun ke lokasi banjir dan langsung berinteraksi dengan masyarakat seperti ini bukanlah pertama kali bagi mantan Kasatreskrim Jakarta Pusat ini.
Bagi perwira polisi kelahiran Mabar, Belawan ini, melayani masyarakat adalah tugas yang utama. “Sebab, polisi tanpa kepercayaan masyarakat tak ada artinya,” ucap AKBP Tatan.

Penggalangan dan pengayomannya serta bekerja dengan tulus ikhlas tersebut akan selalu Ia terapkan dimanapun bertugas. Termasuk menjadi modal AKBP Tatan saat bertugas sebagai Kabid Humas. AKBP Tatan akan intensif bersilaturahmi dengan awak media dan sebagai corong Polda Sumut untuk menyampaikan keberhasilan dan kegiatan positif Polda Sumut.

 

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.