Tepis Isu Tidak Netral dalam Pilkada Sumut 2018, Ini Arti Sebenarnya Simbol Tangan Angka 7 yang Sejak Dulu Sudah Dipakai Kapolda Sumut Saat Bergaya di Depan Kamera

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK. menegaskan bahwa Kapolda Sumut menjunjung tinggi netralitas dalam Pilkada Serentak 2018 di Sumut. Kabid Humas juga membantah tuduhan tidak netral Kapolda Sumut terkait dengan Pilkada di Sumut. Tuduhan tersebut berasal dari sebuah foto yang diupload oleh Meryl Saragih saat berfoto bersama Kapolda Sumut. Tampak pada foto tersebut Meryl Saragih, yang diketahui merupakan merupakan anak Ketua DPD PDI-P Sumut Japorman Saragih, berpose dengan membentuk huruf V pada jarinya melambangkan paslon dua.

“Sementara Kapolda Sumut saat berfoto dengan Meryl tersebut, berpose dengan membentuk angka 7, dengan menggunakan jempol dan jari telunjuk,” ujar Kabid Humas.

Foto itu dipajang Meryl dalam akun Instagramnya melalui Instastory miliknya. Dia kemudian menulis caption ‘Kawal Pilkada’ sambil menaruh emoticon salam dua jari.

Kabid Humas menjelaskan Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw memang kerap terlihat berfoto dengan pose tangan sambil membentuk angka 7. Seperti ketika beberapa kali Kapolda Sumut mengunjungi Tugu Latsitarda Taruna Akabri 1987 di Tapsel yang dibangun oleh Angkatan AKABRI 1987 yang merupakan angkatan Kapolda Sumut saat menempuh pendidikan di Akabri Kepolisian saat itu.

“Itu bisa dilihat juga dalam video youtube terkait pelaksanaan reuni akbar Keluarga Besar AKABRI Laju 87. Para alumni AKABRI 1987 tersebut tampak tangannya membentuk angka 7 saat berpose didepan kamera saat pelaksanaan reuni tersebut,” jelas Kabid Humas.

Tercatat, sudah dua kali Kapolda Sumut berkunjung ke Tugu yang dibangun oleh angkatan Kapolda Sumut yang saat itu menjadi lokasi kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) yaitu pada bulan Desember 2017 dan Maret 2018.

Dalam pose pose fotonya, Kapolda Sumut dan rombongan berfoto dengan pose tangan membentuk angka 7. Gaya berfoto tersebut juga kadang dilakukan Kapolda Sumut saat berfoto dilain kesempatan acara.

“Kapolda memang sering berfoto dengan pose foto tersebut, sebagai bentuk kebanggaannya terhadap angkatan AKABRI 1987 yang juga merupakan seangkatan Bapak Kapolri Jenderal Tito,” ujar Kabid Humas.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Imam Prakosa mendarat di Lapangan Pesantren Al-Abrar Desa Sihuik-kuik Kecamatan Angkola selatan Kabupaten Tapanuli Selatan usai melakukan pemantauan udara terkait status arus lalin di Sumut dengan menggunakan helikopter, Sabtu (30/12/2017). . Kapolda Sumut disambut oleh Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Mohammad Iqbal S.Ik.,M. Si didampingi oleh Kapolsek Batang Angkola AKP Yuswanto, Kasi Propam Polres Tapsel Ipda Sucipto serta Pihak Pesatren Al-Abrar. Kedatangan Kapolda Sumut dalam rangka silahturahmi dengan warga masyarakat Tapsel khususnya para pemuka agama di Tapsel. “Selain dalam rangka silahturahmi, Kapolda Sumut juga mengecek situasi kamtibmas di wilayah Tapanuli bagian Selatan menjelang pergantian tahun,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting. . Kapolda Sumut juga menyempatkan diri mengunjungi Tugu Prasasti Latsitarda yang didirikan Taruna Akabri 87 di Kelurahan Huta Pardomoan Kecamatan Angola Selatan Kab. Tapsel. . Kapolda Sumut yang merupakan alumnus taruna Akabri Kepolisian tahun 1987 tersebut merasa terkenang saat momen Kapolda menghabiskan masa Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) di Kab. Tapsel beberapa puluh tahun yang lalu. . Kapolda mengatakan kenangan melaksanakan latihan Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi kenangan indah tersendiri bagi Kapolda Sumut sehingga Kapoldasu menyempatkan diri mengunjungi Tugu tersebut. Kedatangan Kapolda Sumut disambut oleh Kapolres Padang Sidempuan, Kapolres Tapsel, Kapolres Madina, Danyon C Sat Brimob dan Dandim 0212 TS. . Selama pelaksanaan Latsitarda, Selama kurang lebih sebulan, ribuan Taruna Akademi TNI dari berbagai matra, Akmil, AAL, AAU, dan Akpol serta IPDN serta mahasiswa akan membaur ditengah-tengah masyarakat. “Tujuannya guna membekali para Taruna Akademi TNI dan Kepolisian, para Praja IPDN serta Mahasiswa, sebagai calon-calon pemimpin dan generasi penerus bangsa, agar memahami makna integrasi atau kebersamaan dan makna kehidupan serta kecintaan dalam realitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Kapolda Sumut menjelaskan tujuan diadakannya Latsitarda bagi para taruna

A post shared by Polda Sumut (@poldasumaterautara) on

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Roma Pasaribu Paulus Waterpauw mengunjungi tugu Latsitarda Akabri 87 di Desa Sihuik Huik, Kec. Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Sabtu (10/03/18) pukul 17.00 Wib Kapolda Sumut turut didampingi oleh Bupati Tapsel, Irwasda Polda Sumut, Karo Rena Polda Sumut, Dir Intel Polda Sumut, Karo Log Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Dokkes Polda Sumut, KA SPN Polda Sumut, Wadir Reskrimsus Polda Sumut serta Kapolres Tapsel Ini merupakan kunjungan kedua bagi Kapolda Sumut. Ditempat inilah Kapolda Sumut bersama rekannya menjalani masa Latsitarda pada tahun 1987. Kapolda Sumut turut mengenang dan menceritakan berbagai hal yang dilakukannya dahulu. "Ditempat inilah kami berjuang selama satu bulan demi membuka jalan ini. Kalau dicari dipeta pasti tidak ada sama kayak kampung kami di Sioma Oma", ujar Kapolda Sumut mengenang diiringi dengan tepuk tangan masyarakat. Kapolda Sumut senang melihat perubahan yang terjadi di Desa Sihuik Huik karena sudah banyak pohon sawit dan karet yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Beliau berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat apa yang ada sekarang. Menurut beliau, ini merupakan momentum untuk mengingat hal bersejarah yang terjadi dalam hidup dan kita perlu mengingat dari mana kita berasal meskipun dari kampung Kapolda Sumut turut mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tapsel dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jalan dan tugu Latsitarda Akabri 87.

A post shared by Polda Sumut (@poldasumaterautara) on

“Pose membentuk angka 7 tersebut melambangkan nama angkatan mereka AKABRI 1987 LAJU. Kata Laju sendiri singkatan dari Lapan Tujuh merujuk tahun angkatan mereka, tahun 1987,” tambah Kabid Humas.

Kabid Humas mempersilahkan rekan rekan media untuk mengecek pemberitaan terkait Kapolda Sumut khususnya saat momen kunjungan Kapolda Sumut ke Tugu Latsitarda di Tapsel.

“Untuk membuktikannya, Silahkan dicek, khususnya pada bulan Desember 2017 saat mengunjungi Tugu Latsitarda di Tapsel, sebelum penentuan nomor urut pasangan calon Gubsu, dimana saat itu Kapolda Sumut sudah berpose dengan jari angka 7 seperti yang sedang dihebohkan sekarang ini,” ujar Kabid Humas.

Baca Juga :

Kabid Humas juga menegaskan foto yang beredar di akun Instagram @gerindrasumut itu, saat menyambut kedatangan mantan Presiden RI dalam rangka pengamanan, tidak ada hubungannya dengan mendukung salah satu paslon.

“Saat itu ada seorang wanita yang merupakan anaknya Pak Japorman, meminta foto bareng dengan Kapolda di bandara saat Kapoldasu memimpin pengamanan terhadap Presiden RI ke-5 Ibu Megawati yang datang ke Sumut. Telunjuk tangan Kapolda Sumut lambang angka 7, wanita itu salam 2 jari dan viral setelah dipublikasi di medsos,”kata Kabid Humas.

Kabid Humas juga menyampaikan Kapolda Sumut tegas menjunjung tinggi netralitas saat pilkada Sumut.

“Foto tersebut tidak ada tendensi politik dan hanya diplintir di medsos seakan akan ada hubungannya dengan Pilgub Sumut. Kami (Polri-red) Polda Sumut netral dalam pilkada 2018,”ujar Kabid Humas menyampaikan penegasan Kapolda Sumut. (rs)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.