Hendak Menyelamatkan Perahu Sampan Miliknya, Warga Nias Selatan Malah Terjebak Arus Ombak di Tengah Laut, Tidak Ada Korban Jiwa

Tribratanews.sumut.polri.go.id –  Seorang warga Nias Selatan bernama Perlu Hati Daya terbawa arus ombak laut di Desa Bawoganowo Kec. Toma Kab. Nias Selatan saat hendak menyelamatkan perahu miliknya yang sebelumnya juga terbawa arus laut.  Sebelumnya petugas Kepolisian menerima adanya informasi dari masyarakat Desa bawoganowo Kec. Toma Kab. Nias Selatan bernama Sendirian Harita bahwasannya adanya warga terbawa arus ombak laut, pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2018 sekira pukul 07.30 wib.

Kemudian sekira pukul 08.30 wib, Personil Sat Sabhara dan Sat Intelkam langsung mendatangi ke TKP di Desa Bawoganowo Kec. Toma Kab. Nias Selatan.

Kasubbag Humas Polres Nias Selatan Brigadir Octo mengatakan, kejadian tersebut bermula saat perahu sampan milik masyarakat Desa bawoganowo Kec. Toma Kab. Nias Selatan tiba tiba hanyut ke laut dibawa arus ombak. Kemudian masyarakat Desa bawoganowo Kec. Toma Kab. Nias Selatan langsung ke laut untuk menyelamatkan perahu sampan yang hanyut di bawa arus ombak.

“Ada 3 orang masyarakat Desa bawoganowo yang menyelamatkan perahu sampan yang terbawa arus ombak tersebut antara lain Ramahati Harita, Angelius Zebua dan Perlu Hati Daya,” ujarnya.

Korban Perlu Hati Daya Sesaat Setelah Diselamatkan

Setelah ketiga masyarakat menyelamatkan perahu sampan yang telah hanyut di bawa arus ombak, ketika kembali ke daratan, dua masyarakat di antaranya terjebak arus ombak sehingga perahu masyarakat tersebut terbalik di hantam arus ombak.

“Dua orang yang berada di atas perahu penyelamat ikut terbalik dan terbawa arus ombak. Kemudian masyarakat sekitar membantu warga yang terbawa arus ombak tersebut, sehingga kedua orang tersebut berhasil diselamatkan,” ujar Brigadir Octo.

Sementara  seorang warga bernama Perlu Hati Daya yang menaiki perahu miliknya yang sebelumnya terbawa arus, belum bisa menyelamatkan diri dan kembali ke daratan di karenakan arus ombak yg begitu besar.

“Sehingga Perlu Hati Daya masih menunggu di atas sampan yang mesin nya rusak, dan alar dayungnya tidak ada. Sementara jaraknya sekitar 1 kilometer dari pinggir pantai. Korban menunggu di jemput oleh BNPB dengan menggunakan Speed Boat,” ujarnya.

Warga pemberani Agus Daya menolong korban Perlu Hati Daya dengan cara berenang menuju perahu

Sekira pukul 11.30 wib salah seorang warga Desa Bawoganowo yang pemberani Agus Daya menolong korban  Perlu Hati Daya dengan cara berenang menuju perahu, dengan bantuan menggunakan ban dalam mobil.

Ketika sesampainya di perahu korban, keduanya kemudian mendayung dengan perlahan perahu sampan tersebut menuju pinggir pantai dengan penuh hati hati dikarenakan melihat kondisi ombak, hingga akhirnya berhasil selamat sampai ke daratan.

Brigadir Octo menjelaskan Masyarakat yg terkena arus ombak tersebut dikarenakan masyarakat tersebut mau menyelamatkan perahu sampan yg terkena arus ombak laut.

Kades Bawoganowo  Permintaan Talunohi sebelumnya juga  telah menghubungi pihak BNPB untuk meminta bantuan.

Namun dikarenakan bantuan Spead boat dari BNPB lama datang, Salah seorang warga Agus Daya menyelamatkan korban Perlu Hati Daya dengan cara berenang pakai pelampung ban dalam mobil ke perahu sampan korban hingga  akhirnya korban berhasil selamat hingga sampai di daratan. (rs)

Agus Daya saat hendak berenang menolong korban
Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.