Pimpin Konferensi Pers di Polrestabes Medan, Kapolda Sumut Berkomitmen Kota Medan Harus Aman dari Aksi Premanisme

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Kapolda Sumut Brigjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH. memimpin konferensi pers terkait keberhasilan pengungkapan tindak pidana premanisme yang pelakunya kini mendekam di sel RTP Polrestabes Medan.

Sebelumnya aksi premanisme yang kerap terjadi yang meresahkan warga Kota Medan, direspon oleh pihak kepolisian.

Hal ini ditunjukkan dengan enam pelaku yang diduga kerap melakukan aksi di Jalan Aksara dan Jalan William Iskandar.

Keenam preman diamankan pada Rabu (8/8/2018).

Pada saat paparan pengungkapan kasus premanisme yang dibawa langsung oleh Kapolda Sumut, Brigjen Agus Andrianto didampingi oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto.

Kapolda Sumut, Brigjen Agus Andrianto mengatakan, mari bersama menjaga kota Medan.

“Masyarakat juga diminta peran aktif dengan cara, jika ada tindakan premanisme segera laporkan. Mari sama-sama kita jaga Kota Medan ini,” ujarnya, Selasa (28/8/2018).

Dua tersangka yang diamankan pihak kepolisian yakni Muhammad Ridwan (22) dan Karlena (59). Kedua pelaku diamankan di Jalan William Iskandar.

Keduanya melakukan aksi dengan modus melempari seng bangunan Pasar Bengkok sehingga para pedagang menjadi resah.

Tidak hanya itu, keduanya juga meminta
keamanan kepada korban dikarenakan akses jalan menuju ke kios korban adalah tanah milik keluarga tersangka.

Dari tangan keduanya polisi berhasil amankan 10 lembar seng dalam keadaan rusak bolong-bolong, dua buah kursi plastik warna merah dalam
keadaan rusak.

Tujuh buah batu yang terdiri dari satu buah batu pecahan semen pasir, satu buah pecahan batu bata dan lima)l buah batu koral. Satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV.

Untuk pelaku lainnya diamankan karena diduga melakukan pemerasan terhadap pedagang pasar Aksara.

Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 170 (1) Yo 460 KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara.

(gosumut/rs)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.