Polres Batubara Amankan 2 Pelaku Curanmor

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diciduk Unit Sat Reskrim Polres Batubara, dari 2 lokasi berbeda. Hasil pengungkapan itu, polisi kemudian menemukan sabu dari salah seorang terduga pelaku.

Rahmad Windi alias Windi (28), warga Dusun II Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh, ditangkap di Jalan Simpang Gambus, tak jauh dari rumahnya. Sedangkan Tony (41), warga Simpang, Klembis Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih diciduk polisi dari kediamannya.

“Keduanya merupakan pelaku pencurian 1 unit sepeda motor Honda Beat BK 2874 QAC, milik Ema Halima (46), warga Desa Perkebunan Dolok, Kecamatan Lima Puluh, yang dicudi dari warung di pinggir jalan,” kata Pj Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Herry Tambunan SE, melalui Kanit Resum Ipda Rudiansen Sipayung, kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).

Dikatakan, para pelaku sebelumnya sudah merencanakan melakukan pencurian di warung tersebut. Keduanya memiliki peran masing-masing. Tony menyiapkan beberapa peralatan termasuk sepeda motor Honda Beat BK 5638 UAB miliknya sebagai transport. Menurut Sipayung, Ema Halima baru mengetahui kehilangan itu, Senin (20/8/2018), sekira pukul 05.00 Wib. Siangnya, perempuan itu langsung membuat laporan ke Mapolres Batubara.

Tiga hari menerima laporan korban, kata Sipayung, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Rahmad Windi alias Windi. Dari tangan Windi, petugas mengamankan sebuah tas warna hitam yang di dalamnya ditemukan satu tang potong, serta sepeda motor Honda Beat BK 2874 QAC, warna putih, milik Ema Halima.

Selain itu, polisi juga menyita sebuah dompet berisi satu paket sabu seharga Rp200 ribu. Berdasarkan interogasi terhadap Windi, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus Tony. Bersamanya diamankan sepeda motor Honda Beat.

“Rencananya sepeda motor yang mereka curi mau dijual seharga Rp 1,4 juta. Uang hasil penjualan sepeda motor digunakan keduanya untuk berfoya-foya membeli sabu. Itu pengakuan mereka,” jelas Sipayung.

Di hadapan petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Atas kejahatan yang dilakukan kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(metro24/gc)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.