Polsek Patumbak Tembak Kaki Preman Modus “Anti Begal” Karena Todong Dan Peras Sopir Mobil

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Tim pegasus Polsek Patumbak Polrestabes Medan dengan terpaksa melumpuhkan tersangka HS ,35, warga Jalan Pertahanan, Gang Siram, Dusun V, Desa Patumbak Kampung, dengan timah panas di kedua kakinya. Pasalnya, ia melakukan perlawanan dengan sebilah pisau, saat akan dibekuk.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak kepada wartawan, Sabtu (3/10/2018) mengatakan, “Penangkapan terhadap tersangka dilakukan, karena sudah membuat resah masyarakat. Sebab ia kerap melakukan pemerasan dengan menggunakan senjata tajam dikawasan Jalan Pertahanan,”.

Tambah Ginanjar, penangkapan terhadap ayah dua anak ini bermula, sejak aksi kejahatannya dilaporkan oleh salah satu korbannya. Dimana, pada Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, mobil box L300 BK 8113 DU yang dikendarai korban bernama Ardiansyah Kurniawan dan rekannya Andi Riwandi tiba-tiba dihentikan pelaku saat melintas di Jalan Pertahanan, Amplas menuju Patumbak.

Selanjutnya ketika mobil berhenti, jelas Ginanjar, tersangka pun menanyakan kepada korban kalau mereka dari mana dan hendak kemana. Kemudian tersangka juga bertanya kepada korban apakah mereka sudah pernah mendapat kwitansi anti begal, sambil menyodorkan selembar kwitansi yang sudah ada stempelnya dengan cap Anti Begal.

“Korban bilang tidak ada. Lantas tersangka langsung meminta uang Rp 300 ribu kepada korban agar tidak dibegal saat melintas di Jalan Pertahanan,” ujarnya.

Merasa diperas, sambung Ginanjar, korban pun mengajukan keberatannya. Namun kemudian, tersangka langsung mengeluarkan sebilah pisau yang sudah disiapkannya, dan mengancam korban apabila tidak membeli kwitansi anti begal tersebut.

“Karena korban takut, akhirnya mereka memberikan uang tersebut. Lalu kejadian itu dilaporkan korban ke kita, hingga akhirnya tersangka dapat dibekuk,” jelasnya.

Karenanya, tambah Ginanjar, pihaknya pun menjerat tersangka dengan Pasal 368 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Saat ditangkap, dari tersangka kita juga mengamankan barang bukti berupa satu blok kwitansi berstempel Anti Begal, Sebilah pisau, uang tunai Rp 22 ribu, dan selembar kwitansi berstempel Anti Begal,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka HS di Polsek Patumbak mengaku kalau uang hasil pemerasan yang dilakukannya kepada para sopir truk dan mobil box digunakannya untuk foya-foya dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Begitu dapat duit dari korban, saya langsung beli tuak  dan untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu ia juga mengaku, jika dirinya sudah 15 kali melakukan pemerasan kepada korban dalam kurun waktu sekitar 2 bulan.

Disinggung mengenai stempel Anti Begal itu, ia mengatakan, hal itu hanya buat-buatannya saja. Disamping itu ia juga menyatakan kalau saat beraksi hanya dilakukan oleh seorang diri.

“Saya melakukan aksi ini mulai dari pagi sampai jam 11 malam,” sebutnya. (matatelinga/rs)

 

Komentar Facebook