Ditreskrimum Poldasu Dapat Apresiasi Dari Keluarga Korban Penculikan

tribratanews.sumut.polri.go.id – Aksi cepat Personil Subdit III/Umum Unit 3 Ditreskrimum Poldasu yang meringkus komplotan pelaku penculikan dan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum Polri diapresiasi oleh keluarga korban.

Pasalnya selain menangkap otak pelaku, Haji Nasir yang merupakan pengusaha rumah makan, enam pelaku lainnya yang turut melakukan penculikan dan penganiayaan, juga berhasil digulung sehari setelah seluruh proses pengaduan verbal dilakukan.

“Kami mewakili para korban dan keluarganya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Kapolda Sumatera Utara Irjend. Agus Andriyanto dan jajarannya di Direktorat Reserse Umum yakni Direktur Reserse Umum Kombes Pol. Andi Ryan dan Kasubdit 3 Direskrimun AKBP. Maringan Simanjuntak beserta seluruh personil Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, karena berkat kesigapan dan respon yang cepat klien kami berhasil diselamatkan dari penculikan dan penganiayaan sadis, serta seluruh pelaku berhasil ditangkap”, ujar Ari melalui kuasa Hukumnya M. Iqbal Sinaga S.H, M.H, Mahendra Sinaga, S.H, M.H dan M Harizal S.H dari Law Office IMR & Associates kepada wartawan di Medan.

Respon kepolisian, dalam hal ini Polda Sumatera Utara, sangat cepat sehingga pengungkapan dan penangkapan para pelaku terhadap para korban sangat cepat. “Jika kasus ini sempat berlarut, dikhawatirkan para korban akan mengalami penyiksaan yang lebih sadis dan bisa berujung pada maut, karena tindakan yang dilakukan pelaku,”sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, para pelaku yang diamankan, M Nasir (53) warga Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Parlaungan Simarmata (38) warga Jalan Pintu Air  VI Gang Mesjid Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Parulian Manullang alias Bangun (42) warga Jalan Pasar VII Kelurahan Beringin Medan Selayang, Riko Manullang (33) warga Jalan Jaya Tani Gang Anggrek Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor.

Tua Pandapotan Panggabean (34) Jalan Luku I Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Budi Hartono (46) warga Jalan Luku II Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor dan Dedi Harianto Marbun warga Jalan Madura Kelurahan Kebun Binjai Utara Kota Binjai.

“Kita berhasil mengukap kasus penculikan. Korbannya ada tiga orang,” kata Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadirreskrimum Poldasu Andri Setiawan, Senin (5/11).

Andi memaparkan, awalnya para korban masri ,36, Sakruddin ,51, dan Nzulafri menumpangi mobil dari hotel Grand Inna menuju Jalan Ringgroad Medan. Ketika di Jalan Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepedamotor dan mobil menyetop kendaraan para korban.

“Seorang pelaku menyuruh korban menjumpai pelaku Nasir di Hotel Polonia. Di hotel ini, para pelaku dianiaya oleh pelaku Nasir yang merupakan otak pelaku penculikan,” kata dia.

Lantaran situasi mulai ribut, para pelaku membawa korban ke hotel Kristal Jalan Padang Bulan. “Kemudian pindah hotel, di hotel ini para korban dipisah lalu korban Masri dianiaya lagi bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan,” ucap dia.

Tidak sampai disitu, setelah dianiaya para korban dibawa ke daerah Jalan Sisingamangaraja. “Nah saat itu, ada beberapa saksi yang melapor ke Poldasu, dalam laporannya ada penculikan,” jawab dia.

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan. “Para pelaku langsung teridentifikasi dan kita lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Menurut Andi, modus penculikan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah investasi bet coin. “Tersangka sudah banyak investasi uang hampir Rp900 juta. Jadi otak pelaku Nasir berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan,” sebutnya.

Kata Andi, dari pelaku yang diamankan seorang diantaranya oknum polisi bernama Parlaungan Simarmata. “Jadi awalnya Nasir menghubungi Budi Hartono. Kemudian Budi Hartono mencari para pelaku lain untuk melakukan aksi. Oknum ini perannya menggiring para korban,” jelas dia.

Selain pelaku, petugas menyita barang bukti 2 unit mobil, 3 unit kaca mata dan handpone. “Pasal yang dikenakan 333 ayat 1 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP jo 55,” sebut dia.

(jrs/mtc/amr)

 

 

Komentar Facebook