Warga Luku Tewas Dikeroyok, Kapolrestabes Medan: Hindari Aksi Main Hakim Sendiri

tribratanews.sumut.polri.go.id – Beberapa waktu lalu, terjadi aksi pengeroyokan merenggut nyawa seorang warga Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (3/11/2018) sekitar pukul 18.00 WIB yang mengakibatkan dua korban luka-luka beranama Suparno (36), warga Jalan Luku V kelurahan Kwala Bekala Medan yang mengalami luka pada bagian kepala dan lengan Kiri dan lasiman (55), warga Jalan luku V Kwala Bekala V Medan yang mengakibatkan luka pada bagian lengan kanan.

Aksi pengeroyokan tersebut merenggut nyawa Suparno (36). Korban meninggal dunia setelah mengalami luka parah dibagian kepala setelah dikeroyok puluhan orang. Selain merenggut 1 nyawa, aksi pengeroyokan juga mengakibatkan 1 orang menderita luka-luka bernama Lasiman (55). Diduga keributan ini terkait persoalan narkoba.

“Aksi pengeroyokan ini terjadi Sabtu (3/11/2018) sore, untuk motifnya masih kami selidiki,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, Senin (5/11/2018).

Ia menegaskan atas kejadian ini, pihaknya akan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku pengeroyokan tersebut.

“Sebagai pelaku yang melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia tentu akan mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pasca kejadian polisi telah mengamankan sejumlah orang pria diduga pelaku penganiayaan secara beramai-ramai ini, dan terus melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di polrestabes Medan tersebut turut hadir dan melayat ke rumah korban di Kalan Luku V gang Cangkul Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan medan Johor.

“Kami turut berdukacita atas meninggalnya Suparno dan semoga diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT dan bagi keluarga yang tinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Setelah ini jangan ada permasalahan lebih besar lagi yang memperkeruh suasana. Percayakan kepada kami pihak kepolisian. Kami akan melakukan penindakan secara tegas untuk menangani permasalahan ini. Sebagai pelaku yang melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia tentu akan mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto.

“Kami minta kepada tokoh masyarakat, Tokoh agama, Sesepuh dan warga yang ada di sini jangan terbawa arus atau terprovokasi dan tetap bersabar. Percayakan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

(jrs/cr3/tribun-medan)

 

 

Komentar Facebook