Kapolsek Medan Timur Pastikan Tidak Ada Unsur Penganiayaan Pada Tewasnya Gazali

tribratanews.sumut.polri.go.id – Kepala Polsek Medan Timur Kompol M. Arifin memastikan tidak ada unsur penganiyaan dalam kasus tewasnya Gazali (68) saat penggrebekan narkoba yang dilakukan polisi di jalan Ampera III Medan pada Senin (8/1/2019) kemarin.

Arifin mengatakan dari hasil outopsi, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban sebagaimana dikatakan keluarga.

“tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas tanda penganiayaan di tubuh korban” kata Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin, Selasa (8/1/2019).

Namun Arifin mengaku masih ada beberapa item lagi pemeriksaan yang akan dilakukan tim medis atas jasad korban. Namun dia tetap yakin korban tewas bukan karena dianiaya.

“Ada 10 item lagi yang akan dilakukan tim medis terhadap korban. Hasilnya masih kita tunggu,” jelasnya.

Diberitakan korban mendadak tewas saat petugas Satrekrim Polsek Medan Timur melakukan penangkapan terhadap dua tersangka diduga sebagai pengedar narkoba di jalan Ampera III, Medan, Senin(7/1/2019) malam.

Korban berusaha menghalangi  petugas yang ingin memboyong putranya inisial  S, satu dari dua tersangka yang ditangkap terkait keterlibatnya dalam peredaran narkoba di pemukiman padat penduduk tersebut.

Dari hasil penangkapan dan penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti 5 paket sabu-sabu yang ditemukan di kamar tidur putra korban.

“Dari kamar tersangka S, putra korban di sita 4 paket sabu, sementara dari tersangka lainnya inisial AW satu bungkus plastik sabu,” jelas Arifin.

Saat pengerebekan dan penangkapan dilakukan, personil Polsek Medan Timur sempat mendapat perlawanan dari warga sekitar.

“Anggota kita sempat dilempari oleh warga dan keluarga tersangka saat akan membawa keduanya ke kantor polisi,” ungkap mantan Kasi Propam Polrestabes Medan ini.

Sebelumnya, lanjut Arifin,saat petugas mendatangi rumah yang di huni S untuk mencari barang bukti, sejumlah pemuda langsung berlarian keluar dari dalam rumah.

“Saat petugas mendatangi rumah tersebut, sejumlah pemuda berlarian keluar rumah,” kata Arifin.

(jrs/mtc/amr)

 

Komentar Facebook