Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Taput Petakan Potensi Konflik

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Menjelang pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif 2019, dikhawatirkan muncul ancaman-ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Maka untuk mencegah agar jangan sampai terjadi gangguan kamtibmas, Polres Tapanuli Utara melakukan deteksi dini melalui pemetaan potensi yang dapat menimbulkan konflik.

Kapolres Taput AKBP Horas Silaen dalam perbincangannya dengan SIB di ruang kerjanya, Rabu (9/1) menjelaskan, yang sangat berpotensi mengganggu kamtibmas di Tapanuli Utara jelang pilpres dan pileg adalah faktor kepentingan tertentu baik secara kelompok maupun pribadi.

Kepentingan ini lebih dititikberatkan pada kepentingan calon anggota legislatif dalam upaya mendapatkan suara agar dapat menjadi pemenang dalam pemilihan. Kalau untuk Pilpres, faktor kepentingan di wilayah Tapanuli Utara masih relatif kecil.

“Para caleg sudah sampai grass root dalam mencari suara agar dapat terpilih. Maka apabila terjadi pencapaian suara tidak maksimal akan dapat menimbulkan konflik. Jadi kami sejak dini mengantisipasi guna mencegah jangan sampai terjadi konflik,” ujarnya.

Potensi kedua yang dapat mengganggu kamtibmas, menurutnya, hoax dan ujaran kebencian. Namun untuk Tapanuli Utara diyakini masih relatif kecil kemungkinan terjadi. Hal itu dapat dilihat, hingga saat ini belum ada upaya menjatuhkan dan menjelek-jelekkan lawan politik.

Menurutnya, upaya antisipasi dini mencegah gangguan Kamtibmas tersebut sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Langkah-langkah yang dilakukan berkolerasi positif dengan langkah yang dilakukan Mabes Polri dan Polda Sumut.

Salahsatu kegiatannya adalah membangun coolling sistem melalui kegiatan warung-warung bercerita, di mana Babinkamtibmas menjalin hubungan yang dekat dengan masyarakat yakni bergabung langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menampung keluhannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat efektif hingga terjadi penurunan tindak kejahatan secara signifikan. “Jika pada 2017 lalu kami menangani 495 kasus maka di tahun 2018 menurun menjadi 380 kasus. Kami mendapat informasi bahwa secara umum di Polda Sumut juga terjadi penurunan kasus dengan penerapan metode warung bercerita tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan adalah “door to door system” (DDS) di mana Babinkamtibmas akan masuk dari pintu ke pintu untuk menampung keluhan-keluhan masyarakat guna dicarikan solusi.

Lebih spesifik lagi terkait antisipasi potensi konflik berkaitan dengan pileg, maka Polres Taput melakukan kegiatan penggalangan yakni inteligen turun hingga ke desa-desa.

Ia menjelaskan, apabila ada kasus-kasus yang menonjol ditemukan masyarakat maka dapat memanfaatkan fasilitas yaitu Babinkamtibmas yang saat ini sudah ada di tingkat desa. “Saat ini telah ditempatkan satu orang Babinkamtibmas untuk melayani 4 desa. Hasil evaluasi kami hingga saat ini, satu orang Babinkamtibmas tersebut masih mampu menjangkau wilayah tugasnya,” sebutnya.

Berikutnya dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dalam waktu dekat Polres Taput akan membuat call center yang dapat dihubungi masyarakat manakala terjadi hal-hal yang kurang pas di tengah-tengah masyarakat.

(lts)

Komentar Facebook