Polres Langkat Janji Tindaklanjuti Kasus Pencemaran Sungai Besilam yang Diduga Disebabkan Limbah

Tribratanews.sumut.polri.go.id  – Fenomena matinya puluhan ribu ikan di Sungai Besilam begitu menyengsarakan warga, terutama yang berdomisili di kawasan Desa Banjaran Raya Kecamatan Padang Tualang.

Warga resah ikan mati akibat dampak limbah Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV, PT Mulia Tani Jaya, PT MAR yang melepas limbah ke aliran sungai.

Terkait limbah pabrik sawit yang merusak alam ini, secara hukum ditangani Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Langkat di bawah komando Satuan Reskrim Polres Langkat.

Atas pemberitaan sejumlah media massa, Unit Tipiter berjanji akan segera turun ke lokasi dan menindak tegas pabrik sawit yang melanggar hukum.

“Itu rencana kami hari ini turun, cuma kami lagi ada janji duluan sama orang pertambangan (Galian C), jadi kami duluankan. Sama Kasat Reskrim sudah ada arahan juga soal limbah itu,” kata Kanit Tipiter Polres Langkat, Iptu Hendramawan Sitepu kepada tribun-medan.com, Selasa (15/1/2019).

Hendramawan menyatakan belum tahu adanya laporan masyarakat secara resmi, terkait aktivitas pabrik sawit yang melanggar hukum ke pihaknya. Kendati begitu, Dia bilang, sudah mengetahui adanya protes keras di media sosial Facebook.

“Laporan saya belum tahu. Cuma di Facebook ada berulangkali dibilang Facebook Kades Besilam,” ujarnya.

Polres Langkat berjanji menindak tegas pabrik sawit yang diprotes warga ini. Kasat Reskrim, AKP Juriadi sudah memberi arahan kepada bawahannya agar turun ke lokasi.

“Besok sudah pasti lah kami cek kesana. Saya belum bisa pastikan itu menyalahi hukum atau gimana, karena belum ke TKP. Kalau ada penyalahan di situ, ya kita tindak tegas. Proses hukum kita jalankan. Perintah beliau (Kasat Reskrim) sudah ada, dan saya bilang akan ke sana,” tegas Iptu Hendramawan.

Warga Langkat, Legino Tarigan meminta agar pihak terkait memperhatikan nasib mereka dan lingkungan yang dicemari. Mereka mengancam akan melalukan aksi demo besar besaran.

“Warga berharap agar pihak terkait dapat mengatasi permasalahan yang dialami. Kalau tidak ada tindakan kami akan aksi demo besar-besaran,” tukasnya.

Sebelumnya, Kades Besilam, Ibnu Nasyith begitu berang dengan kondisi ini. Katanya, kejadian ini telah berulang terjadi saban tahun, sehingga warga dan kelestarian alam rusak atas dampak buruk limbah pabrik kelapa sawit.

“Puluhan ribu ikan mati karena dampak limbah pabrik kelapa sawit. Kemarin warga saya minta agar difoto-foto biar dilaporkan lagi. Ini sudah berulangkali, tahun lalu pernah lebih parah,” kata Ibnu Nasyith.

Dibeberkan Ibnu, kejadian ini begitu berdampak pada kehidupan, khususnya nelayan yang menggantungkan hidup untuk makan dan menjual ikan. Selain itu, Sungai Besilam keberadaan begitu penting bagi masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti air minum, kebersihan, memasak.

Fenomena matinya puluhan ribu Ikan telah kembali terjadi lagi sejak Rabu (9/1/2019). Padahal, lebih kurang satu tahun yang lalu kejadian serupa telah terjadi yang lebih parah dari saat ini, tanpa ada penindakan dari Pemkab Langkat mau pun aparat kepolisian Polres Langkat.

Lanjut Ibnu menjelaskan, pihaknya bersama warga sudah membuat laporan pengaduannya ke Polres Langkat. Sedikitnya tiga perusahaan yang diduga pembuang limbah kelapa sawit dilaporkan atas tindakan perusakan lingkkungan dan alam.

“Kami mohon ke Bapak Kapolda dan Bapak Kapolres Langkat dapat membantu kami agar semua PKS yg ada di Kecamatan Padang Tualang yang membuang Limbahnya ke Sungai Besilam dan Batang Serangan agar dapat diproses secara hukum yang berlaku di NKRI ini,” tegas Ibnu Nasyith.

 (rs/tribun-medan.com)

Komentar Facebook