Polres Tanah Karo Tilang dan Wajibkan Pemilik Sepeda Motor Yang Terjaring Balap Liar Bayar Pajak

Tribratanews.sumut.polri.go.id –  Satreskrim Polres Tanah Karo, berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga dijadikan untuk balapan liar. Diketahui, jejeran sepeda motor yang diletakkan tepat di depan ruang Satreskrim itu, diamankan pada Minggu (10/3/2019) dini hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH, mengungkapkan sebelumnya mereka mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah karena kegiatan balapan liar di seputar Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe. Dirinya menyebutkan, pada razia kemarin pihaknya dibantu dengan personel lain yang sedang melakukan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD).

“Sebelumnya laporan dari masyarakat sering ada kegiatan balap liar mulai dari kantor bupati sampai perumahan Graha Mandala. Kami langsung melakukan razia hunting, pada saat di lokasi banyak anak muda yang duduk-duduk di sepeda motor sambil menyaksikan balap liar. Selanjutnya kita lakukan penindakan,” ujar Ras Maju, Rabu (13/3/2019). Dirinya menyebutkan, total sepeda motor yang berhasil diamankan dari para pemuda itu sekitar 38 unit. Dirinya mengaku, puluhan sepeda motor tersebut merupakan hasil razia dalam sekali waktu.

Ras Maju menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Satlantas Polres Tanah Karo untuk mengetahui kejelasan kendaraan yang telah disita. Dikatakannya, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apakah dari puluhan sepeda motor tersebut, ada yang merupakan hasil dari kejahatan.

“Untuk sementara kita akan bekerjasama dengan Satlantas untuk proses registrasi nomor mesin dan nomor rangka untuk memastikan asal usul kendaraan. Jadi kita nanti tau apakah ada kendaraan yang bermasalah seperti hasil Curanmor ataupun yang jadi jaminan Fidusia,” ucapnya.Dirinya menyebutkan, bagi pemilik sepeda motor yang ingin mengambil kendaraannya, bisa langsung mendatangi Polres Tanah Karo. Namun, prosesnya akan dikenakan tilang terlebih dahulu, dengan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan tersebut.Kemudian kalau yang memang sudah mati pajaknya, kita arahkan untuk mengurus dulu, baru bisa diambil kendaraannya,” pungkasnya. (DYK)

Komentar Facebook