Polres Dairi Tangkap Tukang Ayam Potong yang Sembunyi di Loteng setelah Terpergok Mencuri di Rumah Warga

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Nasib Fadli Alfandi (19) betul-betul apes. Setelah bersusah payah masuk dan mencuri di salah satu rumah warga Desa Bintang Marsada, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, aksinya kepergok warga sekitar.

Pasca-kepergok, rumah tersebut langsung dikepung oleh warga. Alhasil, pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ayam potong ini tak bisa kabur ke mana-mana dan memilih bersembunyi di loteng rumah.

Setelah pemilik rumah datang bersama aparat kepolisian, Fadli diciduk dari atas loteng itu dan diboyong ke Mapolres Dairi.

Akibat perbuatannya, kini Fadli harus meringkuk di sel RTP Mapolres Dairi.

Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Jenggel Nainggolan menuturkan, pencurian yang dilakukan Fadli terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (14/3/2019). Fadli menyatroni rumah milik Herman Wilson Naibaho (34), seorang Pegawai ASN.

Aksi Fadli, tutur Jenggel, diketahui pertama kali oleh warga sekitar (tetangga korban). Begitu memergoki Fadli, warga tersebut langsung menghubungi pemilik rumah.

“Waktu itu, rumah korban sedang kosong,” ungkap Jenggel, Jumat (15/3/2019).

Begitu menerima kabar itu, korban bergegas pulang sembari menghubungi polisi.

Setiba di rumah dan membuka pintu, korban kaget melihat kondisi rumahnya sudah acak-acakan.

Ketika memeriksa seisi rumah, tanpa sengaja korban dan polisi melihat jejak kaki di kamar mandi yang mengarah ke plafon. Saat dilongok ke atas, ternyata ada Fadli di sana sedang bersembunyi.

“Saat kejadian, korban bersama istrinya sedang berada di salah satu toko kain di Pasar Sidikalang,” ungkap Jenggel lagi.

Dari penangkapan Fadli, polisi mengamankan barang bukti antara lain, cincin emas, kalung perak, sepasang sepatu, dua buah kipas laptop, dan modem milik korban, serta martil yang digunakan Fadli untuk membobol gembok pintu rumah korban.

Jenggel menambahkan, pihaknya sudah mengarahkan korban/pemilik rumah untuk membuat laporan. Sementara, Fadli dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Curat (pencurian dengan pemberatan), dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara. (medantribun/rs)

 

 

Komentar Facebook