Direktur Reskrimsus Polda Sumut Benarkan Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap Terjaring OTT Money Politics

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Direktur Krimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana membenarkan bahwa Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait money politics.

“Tepat sekali, yang bersangkutan (Wabup Paluta) kena OTT karena diduga terlibat bagi-bagi uang untuk memenangkan satu calon legislatif yang diketahui bernama Masdoripa Siregar,” katanya, Senin (15/4/2019).

Informasi yang dihimpun dari Tribun Medan, caleg Masdoripa Siregar merupakan istri dari Hariro Harahap.

Kombes Rony mengatakan, perkara ini masih diproses oleh Polres Tapsel. Karena itu, ia mempersilakan awak media untuk mengkonfirmasi lebih lanjut Kapolres Tapsel.

Ia menegaskan, penindakan terhadap pelaku money politics bukan hanya gencar dilakukan di daerah-daerah. Tapi juga di Kota Medan.

“Tidak hanya di daerah, di sini (kota Medan) juga kita serius untuk melakukan penindakan kepada mereka yang mencoba melakukan money politics,” ujarnya.

Amplop berisi uang dan kartu nama Caleg Masdoripa Siregar. (HO)

Diberitakan Tribun Medan.com, Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Hariro Harahap dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) money politics.

Ia diduga terlibat bagi-bagi uang untuk memenangkan itsrinya, Masdoripa Siregar yang merupakan calon anggota legislatif dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Sampai saat ini, yang bersangkutan (Hariro) masih kami periksa. Memang ada kami amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Alexander Piliang, Senin (15/4/2019).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur ini mengatakan, pengungkapan money politik ini berawal saat Tim Satgas Money Politic Polres Tapsel yang dipimpin Alex dan Kasat Intel Polres Tapsel, AKP Eldi Koswara melakukan patroli untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019.

“Saat patroli itu, tim kami melihat mobil Toyota Kijang warna kuning dengan nomor polisi BK 1462 YG melintas. Ketika kami periksa, ternyata di dalamnya banyak amplop,” ungkap Alex.

Adapun orang-orang yang ada di rumah Hariro di antaranya Fajar Harahap, Ali Asman Siregar, Sutan Kumala Siregar, Khairul Afandi Siregar, Harianto Harahap dan M Rifai Harahap. Kemudian, Hasanuddin Simbolon, Irfan Harahap, Mara Laut Siregar.

Adapun barang bukti yang disita berupa 87 amplop berisi yang Rp 200 ribu dan kartu nama Masdoripa, dua unit laptop, satu unit printer, stempel berlogo partai Gerindra, stempel berlogo Prabowo-Sandi, kalender caleg bergambar Masdoripa sebanyak 11 lembar dan stok amplop kosong.

(medan.tribunnews/rs)

Komentar Facebook