Polres Sergai Ringkus Dua Pengedar Narkoba dari Lokasi Terpisah

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Petugas Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) meringkus dua orang pengedar sabu. Kedua pelaku masing-masing berinisial OSN alias Ofi(25) warga Dusun I, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai dan MI alias iqbal (30) warga Lingkungan Tempel, Kelurahan Simpang Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai.

Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu mengaku, keduanya diringkus dari dua lokasi berbeda. Penangkapan keduanya juga  berawal dari adanya informasi tentang peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sergai.

Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menangkap Ofi (25) pada Minggu 19 Mei 2019. Saat ditangkap pelaku sempat membuang sesuatu dari tangannya.

“Petugas kita lalu mencari barang yang dibuangnya dan menemukan dompet berisi 1 timbangan electric, 1 plastik klip putih transparan berisikan butiran putih yang di duga sabu, 1 plastik klip transparan warna putih besar yang di dalamnya berisikan 44 klip tranparan kecil, serta uang Rp 250.000,” katanya, Selasa (21/5/2109).

Saat diinterogasi pelaku mengaku sabu itu didapat dari seorang bandar berinisial J. Petugas pun melakukan pengembangan dan tidak menemukan pelaku J dirumahnya.

“Pelaku Ofi mengaku mengedarkan sabu sekitar 2 hingga 3 bulan. Ia membeli 1 gram sabu Rp 800 ribu dan menjualnya kembali Rp1.100.000,” ucapnya.

Sedangkan tersangak Iqbal (30) dengan barang bukti 4 plastik klip transparan diduga sabu dengan berat brutto 1,12 gram dan 1 kaca pirex diduga sabu dengan berat brutto 1,56 gram. “Pelaku ditangkap saat menawarkan sabu kepada personel kita yang melakukan penyamaran,” jelasnya.

Pelaku mengaku sabu tersebut didapat dari D warga kampung Tempel. Namun, saat dilakukan penyisiran D diduga telah melarikan diri.

“Pelaku menerangkan sabu itu dititipkab D setiap 1 hingga 2 hari untuk dijual. Pelaku menjual 1 gram sabu Rp 1 juta dan uang hasil penjualan disetor kepada D Rp 700 ribu. Jadi pelaku mendapat keuntungan Rp 300 ribu setiap 1 gramnya,” tambahnya.

Terhadap kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 Subs 112 UU RI NO.35 Th 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

(matatelinga/rs)

Komentar Facebook