Dit Polairud Polda Sumut dan Kementerian Perhubungan BPTD Wilayah II Sumut Melaksanakan RANCHEK Kapal Ferry dan kapal Tradisional di Semua Pelabuhan Danau Toba

Tribratanews.sumut.polri.go.id – RANCHEK( Pengecekan trasportasi) kapal ferry dan kapal-kapal tadisional dalam rangka kesiapan arus mudik lebaran dan wisata Danautoba tahun 2019. Pengecekan di laksanakan dari mulai tanggal 22 s/d 25 Mei 2019 di Pelabuhan Sibolga, Pelabuhan Ajibata, Pelabuhan Tigaraja, Pelabuhan Tomok, pelabuhan Muara,Pelabuhan Balige, Pelabuhan Tiga Ras, Pelabuhan Simanindo, Pelabuhan Onanan Runggu dan Pelabuhan Sipinggan P.Samosir.

Adapun  pemeriksaan meliputi Administrasi Kapal yaitu, sertifikat kelayakan berlayar dan SKK( Surat Keterangan Kecakapan ) Nakhoda, Pelarangan pemasangan teralis besi di kapal, penggunaan dek tiga.

Kementerian Perhubungan menurunkan 15 personil yang dipimpin oleh Kasie ASDP Sungai dan Penyeberangan sedangkan personil dari Dit Polair Polda Sumut sesuai surat perintah tugas yg di keluarkan Kombes Pol Drs Yosi Muhamartha selaku Direkrur Polairud Polda Sumut kepada Kasubdit Patroli Dit Polairud Polda Sumut Kompol Zonni Aroma SH.MH beserta 11 orag anggota dan Kasat Polairud Res TP Samosir Iptu Sianturi beserta 3 anggota.

Dari hasil permeriksaan Kapal Pengangkutan khususnya kapal tradisional jumlah kapal seluruhnya 352 kapal. Dari jumlah ini dua puluh unit telah siap dan diserahkan sertifikatnya kepada pemilik kapal KL 120 sudah di ukur dan sertifikatya dalam proses pembuatan.

Sedangkan 212 dari sisa kapal sama sekali belum di ukur dan akan diukur pada pemeriksaan tahap kedua.

Dalam hal angkutan lebaran tahun ini, sebagai antisipasi di lakukan sistim pelaporan keberangkatan dan kedatangan oleh nakhoda dan dilaporkan kepada petugas di lapangan dan petugas mengisi daftar manifest penumpamg kapal setiap keberangkatan.

Sedangkan Alat AWS (air weather statin) dari BMKG sudah terpasang di Pelabuhan Tigaras dan berfungsi dengan baik, alat komunikasi  HT juga sudah di bagikan ke kapal-kapal dan petugas sebanyak  50 unit

Dari hasil pemeriksaan alat-alat keselamatan,  seluruhnya sudah terpasang diatas kapal dan sesuai dengan jumlah yang tertera didalam sertifikat kapal.

Namun masih ada beberapa kapal di temukan  menggunakan tralis terpasang di sisi kapal dan sesuai aturan hal ini sudah dilarang dan tidak boleh di gunakan lagi.

Tindakan yg di lakuan petugas terhadap hal ini, pemilik atau nakhoda kapal membuat surat pernyataan bersedia untuk membuka teralis sesuai waktu yang di tentukan demi kelancaran dan keselamatan penumpang dalam mengantisipasi laka yg terjadi tahun lalu terhadap kapal Sinar Bangun.

(wd)

Komentar Facebook