Ini Alasan Polisi Tangkap Rabualam Pimpinan GNKR Sumut

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Polisi telah menetapkan Rabualam Syahputra, pimpinan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut sebagai tersangka tindakan penghasutan dan makar saat unjuk rasa  di DPRD Sumut, Jumat (24/5) kemarin.

Katim Sidik Pelanggaran Dugaan Makar Satreskrim Polrestabes Medan AKP Rafles Marpaung meyebutkan, Rabualam ditangkap karena dianggap sudah melakukan penghinaan kepada institusi Polri. Dia juga terindikasi melakukan tindak pidana makar.

“Dalam orasinya Rabualam mengatakan, diantaranya, polisi PKI, polisi Laknatullah, polisi masuknya menyogok. Pak Tito (Kapolri) dipaksakan Jokowi,” terang AKP Rafles, Jumat (31/5/2019).

Unjuk rasa GNKR di Kota Medan, sempat diwarnai kericuhan pada malam harinya. Polisi juga menuduh, Rabualam sebagai provokator dalam aksi tersebut. Yang mana sejak siang harinya, Rabualam menyampaikan orasi-orasi provokatif.

Saat unjuk rasa, massa yang tersulut emosi sempat merusak security barrier (kawat berduri).  Pada malam harinya, aksi unjuk rasa juga memanas. Terjadi aksi pelemparan dari arah massa ke arah petugas yang ada di dalam kantor DPRD Sumut.

Karena aksi itu, AKBP Triadi, personel Polda Sumut mendapat luka di bagian tangan karena terkena serpihan botol kaca.

“Berdasarkan laporan masyarakat atas nama Kartono, polisi langsung melakukan penyidikan. Terdapat bukti rekaman, dalam hal ini, Rabualam melakukan orasi yang menimbulkan provokasi dan penghasutan kepada peserta aksi,” ujar Rafles.

AKP Rafles juga menegaskan, Rabualam dianggap telah melanggar Pasal 14 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang berujung keonaran. Karenanya, Rabualam terancam dijerat dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Rabualam juga disangkakan dengan Pasal 160 juncto Pasal 170 KUHPidana tentang penghasutan yang berujung pada keonaran di tengah masyarakat. Lalu Pasal 107 dan atau 110 jo pasal 87 dan atau pasal 207 KUHP tentang tindak pidana makar.

“Untuk pidana makarnya maksimalnya bisa pidana mati,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui,  Rabualam Syahputra, pimpinan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara ditangkap polisi di Medan, Rabu (29/5). Rabualam ditangkap sekira pukul 21.00 WIB.

Rabualam dikenal sebagai pimpinan dalam rangkaian unjuk rasa menuntut pengusutan dugaan kecurangan pemilu dan diskualifikasi Joko Widodo dalam pencapresan beberapa waktu terakhir. Bahkan, pada unjuk rasa di Bawaslu Sumut, Rabualam sempat menyerukan Reformasi Jilid II jika Jokowi tidak didiskualifikasi. (matatelinga/rs)

 

Komentar Facebook