Kapolda Sumut Apresiasi  Emak-emak Berdaster Ungkap Kasus Begal

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Keberhasilan personel Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur dalam mengungkap kasus begal di Kota Medan mendapat apresiasi dari Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto.

“Saya memberikan apresiasi kepada personel yang sudah berhasil mengungkap sejumlah kasus termasuk kasus begal, meski dengan penyamaran,” kata Agus kepada wartawan melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (18/7/2019).

Penangkapan tiga pelaku begal yang terkenal sadis oleh petugas Polsek Medan Timur tidak terlepas dari kecerdikan polisi untuk memancing para pelaku keluar dari sarangnya.

Kecerdikan itu pula yang membuat tiga anggota komplotan begal yakni IA alias Gopal (24), MF alias Popoy (17), dan SY alias Yoyo (21) terpancing keluar dari sarangnya dan berujung dijebloskan ke sel tahanan polisi.

“Tiga pelaku ini merupakan komplotan begal sadis dan licin, mereka tidak segan-segan melukai para korbannya,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Timur Kompol Arifin dalam konferensi pers, di Mapolrestabes, Medan, Selasa (16/7/2019).

Usut punya usut, kisah penangkapan tiga pelaku begal sadis tersebut ternyata menyimpan cerita unik. Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan mereka mulai menangani kasus tersebut setelah masuknya laporan dari beberapa warga yang mengaku menjadi korban keganasan ketiga pelaku.

Laporan-laporan tersebut yakni kasus begal di Jalan Perkebunan, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Selasa (19/3/2019) dengan pelapor Indah Kristiani Siringo-ringo. Kemudian laporan aksi begal yang terjadi di lokasi yang sama pada Selasa (25/6/2019) yang dilaporkan oleh Syalom Hadinata Simanjuntak.

Laporan lain yakni aksi begal di Jalan Purwosari Gang Hiligeo, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Kamis (14/3/2019) dengan pelapor Temazisokhi Bawemenewi. Kemudian kasus begal di Jalan Perwira II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Jumat (10/5/2019) dengan pelapor Bahari. Terakhir yakni kasus begal di Jalan Krakatau Ujung depan Gerja Methodis, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada Jumat (10/5/2019) dengan pelapor Grace Natalie Sormin.

“Dalam kurun waktu tersebut kita menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan di seputar lokasi-lokasi yang menjadi tempat mereka beraksi, namun mereka tidak muncul,” kata Arifin.

Polisi tidak kehabisan akal. Upaya lain mereka lakukan untuk memancing para pelaku yakni dengan menurunkan petugas yang menyaru sebagai seorang perempuan, memakai daster dan kerudung. Polisi yang menyamar “emak-emak berdaster” ini secara berkala berpura-pura melintas di kawasan-kawasan tempat para pelaku biasa beraksi dengan mengendarai sepeda motor. Jamnya juga ditentukan yakni jam-jam saat kondisi jalanan di sana tidak terlalu ramai. Dari kejauhan “emak-emak berdaster” itu diawasi oleh beberapa anggota tim polisi lainnya yang juga melintas layaknya warga biasa.

Aksi ini berhasil, pimpinan komplotan begal yakni Gopal terkecoh dan membegal “emak-emak berdaster”.

“Disitulah tim kita akhirnya berhasil meringkus pelaku. Petugas kemudian mengorek informasi dan diperoleh identitas rekan-rekannya yang terlibat dalam aksi begal di lima TKP yang dilaporkan warga,” sebut Arifin.

Pengungkapan kasus ini belum selesai. Menurut Kompol Arifin beberapa anggota komplotan lainnya masih dalam pengejaran petugas.

“Identitas mereka sudah kita ketahui setelah pimpinannya kita interogasi,” pungkas Arifin.

 

(rs/ indomedia.co)

Komentar Facebook