Viral di Medsos,Pelaku Becak Hantu Dilumpuhkan Tim Pegasus Polrestabes Medan dengan Timah Panas

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Aksi pencurian dilakoni para pelaku dengan berbagai modus. Terbaru, para pelaku pencurian dilakukan komplotan pengendara becak bermotor jenis pengangkut barang yang menggunakan kerudung mirip hantu, dengan menutupi wajah.
Bermoduskan mencari sisa makanan ( nasi busuk )untuk dijadikan makanan ternak, para pelaku biasanya beraksi dimalam hari. Aksi para pelaku pun sempat viral di media sosial, namun para pelaku terbilang licin dan sulit ditangkap. Sankin licinya, para pelaku kerap beraksi di malam hari dengan memakai kerudung, masyarakat menyebutnya “becak hantu”.
Aksi kawanan becak hantu membuat polisi langsung ambil tindakan.
Apalagi setelah, Amrizal (36) seorang anggota TNI AD jadi korbannya. Ia kehilangan kreta Yamaha Mio Soul warna Merah BK 4455 HBT dari rumahnya di Jalan Tuba II, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, pada Kamis (11/7) kemarin, sekira jam 05.30 wib.
Korban lainnya juga datang melapor atas nama, Abdi Noor (34) warga Marelan VII, Pasar I Tengah dan Hendri Winardi (35) warga Jalan Brigjen Zein Hamid Medan. Keduanya juga kehilangan kendaraan dan barang berharga dari rumahnya usai dibobol kawanan pencuri ‘becak berhantu’.
Dari rekaman CCTV salah satu korban, terbukti para pelaku yang biasanya berjumlah 2 sampai 4 orang dengan menggunakan becak barang dan memakai kerudung hingga menutupi wajahnya, berhasil membongkar rumah para korban dan terkadang menyikat kreta dari parkiran rumah korban.
Berdasarkan laporan korban dan video aksi para pelaku yang sempat viral, petugas  Pegasus satreskrim Polrestabes Medan langsung melakukan penyelidikan. Pada Selasa (16/7) malam, polisi pun berhasil melacak salah satu pelakunya yang berada di Jalan Garuda IV, Prumnas Mandala.
Tepatnya disebuha rumah makan, Jalan Garuda, pelaku bernama, Natal Perangin-angin alias Natal (22) warga Jalan Elang Ujung, Prumnas Mandala, Medan Denai, diringkus.
Malam itu juga, polisi mendapatkan nama salah satu pelaku lainnya dan berhasil meringkus, Parasian Sitomorang alias Gondit (22) tetangga pelaku Natal di Jalan Panglima Denai. Polisi menciduk Gondit pada saat akan beraksi mengendarai becak miliknya menuju kawasan Jalan Selambo.
Sejam kemudian tepatnya pada jam 24.00 wib, polisi mendapati keberadaan pelaku, Antonius Samuel Pasaribu alias Toni (17) yang juga tetangga kedua pelaku lainnya. Remaja pengangguran ini diringkus di Jalan Tangguk Bongkar II, Simpang Jalan Karaoke. Saat itu pelaku sedang mengendarai kreta Honda Vario Merah BK 2805 AIE dan petugas berhasil mengejar lalu meringkusnya.
Ketiga pelaku pun dikumpulkan dan dilakukan introgasi. Untuk meringkus komplotan lainnya dan menunjukan TKP yang pernah dijarah para pelaku, ketiga pelaku dibawa dalah hal pengembangan.
Akan tetapi, pelaku Gondit dan Natal berusaha kabur dan melawan petugas.
Akhirnya, polisi mengambil tindakan tegas dan menembak kedua kaki dari kedua pelaku. Ssetelah keduanya terkapar, pelaku Toni langsung ciut dan tak berani berbuat serupa.
Polisi pun memboyong kedua pelaku yang terluka ke RS Bhayangkara Medan.
Setelah mendapat perawatan intensif, pelaku kembali dibawa ke Komando Polrestabes Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi didamping Kasat Reskrim AKBP Putu Yuda dan Kanit Pidum, Iptu M. Said Husin menjelaskan, para tersangka mengakui perbuatannya. Bahkan sedikitnya ada 10 lokasi yang pernah dan sudah berhasil dilakukan pelaku dalam misi pencurian.
“Mereka ada 17 orang. Semua saling kenal dan merupakan komplotan. Beberapa tersangka lain yakni, Jimran, Markus, Kopral, Kocu, dan salah seorang perempuan biasa dipanggil Ida.
Mereka masih dalam pengejaran berstatus DPO. Seluruh barang hasil curian mereka dijual kepada tersangka, Alex yang kini masih kita kejar,” kata, Kapolrestabes Medan, saat menggelar konfrensi pers kepada wartawan di Lobi Utama Mapolrestabes Medan, Kamis (18/07/2019) siang.
Kombes Pol Dadang juga merinci ada lebih 20 lokasi yang berhasil dijarah para pelakunya, yaitu; Jalan Pancing dekat MMTC pada (14/7/2019) sekira jam 04.00 wib dan berhasil menyikat kreta Honda Beat warna Merah.
Kemudian di Jalan Tembung, juga berhasil menggondol kreta Honda Beat Pop, di Jalan Denai, mengambil kreta Supra 125, di Jalan Mandala, para pelaku mencuri kreta Honda Vario dan Yamaha Mio.
Selanjutnya di Jalan Wahidin, Medan Area dan di Jalan Asia. Disini aksi pelaku terekam CCTV.
Kemudian di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, di kost-kosan Jalan Patumbak, serta di kawasan Jalan Medan Area, di Jalan Tg Tiram, Medan Perjuangan, di Jalan HM. Joni, Jalan SM. Raja, Jalan Bilal, serta di Jalan Aksara, Medan, dan lainnya.

“Mereka beraksi ke beberapa kawasan menggunakan becak masing-masing dengan beberapa orang. Setiap beraksi selalu di malam hari hingga subuh. Jadi, kata ‘becak hantu’ itu ungkapan dari masyarakat aja. Saat ini kita masih memburu tersangka lainnya,” pungkas, Kombes Pol Dadang.
Sementara kedua pelaku yang kakinya ditembus peluru polisi saat diwawancarai mengaku baru menyikat sedikitnya 8 unit kreta. Dirinya juga tak menyangkal aksi mereka viral di medsos dan disebut-sebut sebagai pencuri menggunakan ‘becak berhantu’.
“Setiap sepeda motor uang berhasil dicuri, kami jual seharga Rp 1,8 juta sampai 2 juta. Uangnya saya buat main judi foker dan beli sabu. Saya cuma diajak aja kok,” aku, Parsian Sitomorang.

Sementara, Natal Perangin-angin hanya mengaku 3 unit kreta yang berhasil didapatnya dari 5 lokasi.
“Aku cuma 3 kreta aja. Setiap kreta ku jual 2 juta dan 1,5 juta. Semua barangnya kami jual sama si Alex (buron). Si Alek itu orang Jalan Murai, Prumnas Mandala juga bang. Saat beraksi kami pura-pura cari makanan nasi sisa buat ternak babi,” bebernya.

(rs/poskotasumatera)

Komentar Facebook