Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Polisi dan Temukan Sabusabu 4,78 Gram & Airsoftgun saat Gelar GKN

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Berantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan, Satresnarkoba Polrestabes Medan melakukan grebek kampung narkoba (GKN).

Penggerebekan tersebut berlangsung di tiga lokasi yang diduga menjadi basis peredaran dan pengguna narkoba.

Adapun ketiga lokasi tersebut yakni, Jalan Cahaya Kelurahan Kampung Durian Medan, di Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang dan Jalan Pancasila, Kecamata Percut Sei Tuan.

Dari ketiga lokasi tersebut petugas berhasil membekuk 5 orang di mana satu di antaranya merupakan pelaku penganiayaan terhadap anggota Satres Narkoba.

Tidak hanya mengamankan lima pelaku, petugas juga menyita paket sabu, puluhan plastik klip kosong dan senjata Airsoftgun dari tangan para tersangka.

GKN tersebut dipimpin Kanit I Idik Sat Narkoba Polrestabes Medan, Iptu Ari Wibowo dan Kanit II Idik AKP Rapi Pinakri bersama puluhan anggotanya langsung menuju sasaran ke Pajak Cahaya Jalan Cahaya Kelurahan Kampung Durian Medan.

Sejumlah pemuda yang mengetahui kedatangan petugas langsung berhamburan melarikan diri.

Sebagian petugas yang mengendarai sepedamotor langsung melakukan pengejaran, sedangkan sebagian lagi mengamankan barang bukti bong, kaca berisi sisa sabu, mancis dan puluhan plastik klip.

Di lokasi penggerebekan, beberapa pedagang dan ibu rumah tangga (IRT) terlihat senang dengan dilakukannya penggerebekan di lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun, warga serta pedagang sebelumnya merasa resah kepada para pemuda yang terang-terangan menjual dan menggunakan narkoba di lokasi.

Warga sangat berharap penggerebekan itu setiap hari dilakukan di lokasi agar warga merasa nyaman.

Tak jauh dari lokasi, petugas lainnya berhasil membekuk Ra (24) warga Jalan Cahaya yang kedapatan mengantongi 1 paket sabu.

Di saat bersamaan petugas kembali menangkap seorang pengedar narkoba berinisial MS alias Acay (37) warga Jalan Selamat Gang Silaturahim Medan.

Dari tangan tersangka disita 4 paket sabu seberat 4,78 gram dan senjata Airsoftgun.

Tidak puas hanya melakukan GKN di satu lokasi, petugas Satres Narkoba kembali melakukan GKN di kawasan Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Saat petugas berada di lokasi, sejumlah pemuda pun langsung kabur.

Petugas mengamankan sejumlah bong. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah warga.

Dari hasil penggeledahan dari dua rumah warga petugas menemukan mesin judi jackpot.

Alhasil, mesin-mesin judi tersebut dihancurkan oleh petugas yang berada di lokasi.

Saat berada di lokasi, petugas mendapat informasi keberadaan seorang DPO yang menganiaya anggota Satres Narkoba belum lama ini.

Tak ingin target operasi (TO) kabur, petugas bergerak cepat ke Jalan Satia Mitra Gang Pisang Raja Desa Bandar Khalifah dan langsung membekuk Fa.

Saat pelaku digiring ke dalam mobil, keluarga pelaku mencoba menghalang-halangi petugas dan berteriak histeris hingga mengundang reaksi warga lainnya.

Di lokasi yang sama, petugas juga membekuk Ju alias Juned (22) warga Jalan Satia Mitra Blok O Desa Medan Estate karena kedapatan mengantongi 1 paket sabu dan sendok pipet.

Petugas pun kemudian melanjutkan GKN di pinggiran Rel kereta api Jalan Pancasila, Kecamata Percut Sei Tuan.

Dari lokasi tersebut petugas mendapati dua pemuda yang berpura-pura memangkas rambut.

Petugas melakukan penggeledahan di lokasi, alhasil 1 paket sabu dan kaca pirex diamankan.

Kedua pemuda berinisial ZA (31) dan De (29) keduanya warga Jalan Pancasila Gang Melur diboyong ke Mako untuk diperiksa intensif.

Terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo yang dikonfirmasi, Minggu (11/8/2019) membenarkan adanya penangkapan terhadap sejumlah pengedar dan pengguna narkoba.

“Dari tangan tersangka turut disita barang bukti sabu dan senjata Airsoftgun,” ujarnya.

Selain tersangka narkoba sambung Raphael, petugas membekuk Fa yang diduga terlibat melakukan penganiayaan terhadap anggota Satres Narkoba, Jhon Paul Simanjuntak yang terjadi pada 26 Juni 2019 lalu.

“Saat itu anggota kami sedang melakukan penyelidikan terkait peredaran gelap narkoba di Jalan Satia Mitra. Namun sejumlah orang langsung melakukan penganiayaan terhadap anggota kita,” ungkapnya sembari menunjukkan laporan korban yang tertuang di Nomor: STTLP/1361/K/IV/YAN: 2.5/2019 SPKT Restabes Medan, Tanggal 26 Juni.

Dalam aksi penganiayaan ini, lanjut Raphael, selain Fa para pelaku yang masuk DPO.

“Adapun masing-masing berinisial Ba, Ka yang merupakan kepling setempat, De wakil ketua salah satu OKP, dan ada beberapa orang lagi yang kini masih dalam pengejaran kita dibantu Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan,” pungkasnya.

(tribunmedan/rs)

Komentar Facebook