Polda Sumut Akan Bangun Pos Polisi di Pulau Terluar Nias

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Kapolda Sumatra Utara berencana membangun pos polisi perairan dan udara di pulau terluar Nias sebagai salah satu dukungan untuk pengembangan pariwisata di daerah kepulauan tersebut. Hal itu dikemukakan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat melakukan pengecekan kondisi masyarakat dan keamanan Pulau Asu, Kabupaten Nias Barat, Minggu (15/9).

“Kita akan mendirikan pos Polairud dan mendorong adanya puskesmas atau klinik kesehatan di pulau ini,” ujar Irjen Pol Agus.

Di pulau tersebut Irjan Agus dan para pejabat Polda mengecek kondisi masyarakat, pariwisata, keamanan serta potensi penyalahgunaan narkoba.

Para pejabat Polda Sumut yang ikut serta antara Dir Pamobvit Kombes Heri Subiansuri, Dir Krimum Kombes Andi Rian, Dir Krimsus Kombes Roni Samtama dan Kabid Humas Kombes Tatan D Atmaja. Pulau Asu terletak di kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Pulau ini termasuk dalam bagian Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar di indonesia.

Luas salah satu pulau dengan pemandangan terindah di Nias ini sekitar 18 kilometer persegi dan dihanya dihuni puluhan kepala keluarga. Setelah berdialog dengan warga setempat dan pengelola resort, Kapolda menerima aspirasi bahwa pengembangan pariwisata pulau itu masih membutuhkan berbagai aspek.

Terutama sarana yang berkaitan dengan infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan hingga akses internet. Irjen Agus pun berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat dan daerah. Ia akan berupaya mendirikan pos Polairud di pulau tersebut. Dan jika memungkinkan juga dilakukan pembangunan puskesmas atau klinik kesehatan.

Irjen Pol Agus optimistis keberadaan pos Polairud akan mampu mendukung pengembangan pariwisata di pulau tersebut. Itu karena faktor keamanan merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pariwisata.

“Semakin banyak wisatawan yang datang maka secara otomatis akan meningkatkan PAD dan ekonomi warga sekitar,” kata Kapolda.

Pada bagian lain, Steve, pengelola resort di Pulau Asu menuturkan, kunjungan wisatawan biasanya terjadi pada April hingga September. Saat itu cuaca mendukung untuk beraktivitas di pantai hingga surfing. Dalam satu musim, kunjungan wisatawan ke pulau itu berkisar 120 orang. Berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Latin, Australia, Jerman dan Italia. Dalam sekali kunjungan, mereka rata–rata berlibur sampai 10 hari menikmati beragam aktivitas di sana. Mulai dari menikmati pesona alam dan kenyamanan sampai surfing dan diving. (mediaindonesia.com/wd)

Komentar Facebook