Polisi Temukan Titik Terang Kasus Raibnya Uang Rp 1,6 Miliar di Pemprov Sumut, Pelaku Terekam CCTV

Tribratanews.sumut.polri.go.id –  Seminggu setelah pencurian uang Rp1,6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di area parkir Kantor Gubernur, kepolisian mengungkap tentang adanya sosok mencurigakan yang terekam kamera CCTV.

“Setelah kami cari-cari, ternyata ada CCTV ukuran kecil di ujung gedung Pemprov Sumut.

Dari rekaman CCTV itu terlihat ada seorang yang kami curigai sebagai pelaku.

Lalu, kami cari CCTV lainnya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Rabu (18/9/2019).

Dari rekaman itu, katanya, penyidik menemukan titik terang untuk mengungkap kasus pencurian uang Rp1,6 miliar lebih.

Satreskrim Polrestabes Medan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi berjumlah enam orang.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui di Pemprov Sumut mengatakan bahwa belasan saksi sudah diperiksa dalam kasus hilangnya uang tersebut.

“Sebanyak 16 orang sudah dilakukan pemeriksaan terkait dengan kasus hilangnya uang Rp 1,6 miliar,” kata Edy saat ditemui Tribun Medan di Aula Raja Inal Siregar, Rabu (18/9/2019)

Edy menjelaskan bahwa untuk pemeriksaan internal dilakukan oleh Inspektorat.

Sedangkan untuk pemeriksaan eksternal dilakukan oleh pihak kepolisian.

Ditanya apakah dirinya terus memantau perkembangan kasus tersebut, Edy mengaku ia tetap memantau perkembangan kasus tersebut.

“Kita terus ikuti perkembangan. Progres selalu dikabarkan kepada saya,” jelas Edy.

Aksi pencurian terjadi, saat ASN Pemprov Sumut, Budianto (40) warga Jalan Karya Dharma, Medan Johor dan  honorer Biro Perbekalan Pemrov Sumut, Indrawan Ginting (36) warga Jalan Seriti 1 Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin sekira pukul 16.00 WIB, mengambil uang dari Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan sebesar Rp 1,6 miliar lebih.

Setelah pegawai mengambil uang tersebut, keduanya menuju ke lokasi parkiran bank dan meletakkan tas berisi uang di kursi belakang mobil Toyota Avanza warna silver BK 1875 ZC.

Seusai mengambil uang tersebut, PNS dan hononer tersebut meninggalkan lokasi menuju Kantor Gubernur Sumut.

Setibanya di tujuan (Kantor Gubernur), keduanya memarkirkan mobil di pelataran parkiran kantor yang posisinya tidak jauh dari pos sekuriti.

Budianto dan Indrawan keluar dari mobil, lalu mengunci pintu dan berjalan menuju masjid di samping kantor untuk melaksanakan salat Ashar.

Usai salat, keduanya kembali ke parkiran untuk mengambil uang tersebut.

Namun keduanya terkejut saat melihat lubang kunci pintu didapati sudah rusak.

Selanjutnya keduanya mengecek dan ternyata uang sudah raib yang diduga telah digondol maling. (rs/medantribun)

Komentar Facebook