Kapolda Sumut Terima Audiensi dari Keuskupan Agung Medan, Ini Yang Dibicarakan

Tribratanews.sumut.polri.go.id –  Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH. didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum., dan Pejabat Utama Polda Sumut menerima audiensi dari Keuskupan Agung Medan, bertempat di Ruang Perjamuan Lt. II Mapolda Sumut.

Keuskupan Agung Medan dipimpin Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung menyambangi  Markas Polda Sumut bersama Vikaris General, Rp. Michael Manurung, OFMCAP, Sekretaris General, Rp. Frans Birta Rumapea, O.Carm, Rektor Unika ST. Thomas Sumut, RD. Frietz R. Tambunan, Campus Ministry Unika, Rp. Emmanuel Sonny Wibisono, O.Carm, Vikaris Episkopal Mudan, Rd. Beno Ola Tage, Pastor Kepala Paroki Medan – Helvetia, Rp. Florentius Sipayung, Pastor Kepala Paroki Hayam Wuruk, Rp. Jhon Rufinus Saragih, OFMCAP, Pastor Kepala Paroki Medan Timur, Rp. Hugolinus Malau, Pastor Kepala Paroki Medan Katedral, Rd. Sensariys Petrus Mau.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih kepada keuskupan Agung Medan yang memiliki 500.000 sampai 600.000 jiwa atau umat yang siap menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Medan ini secara khususnya dan di Sumut secara Umumnya dengan berbagai cobaan permasalahan yang selama ini terjadi.

“Dukungan dari Keuskupan Agung Medan beserta staff sangat berarti  bagi Polri, yang selama ini berkontribusi membantu Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas diwilayahnya masing-masing melalui gereja, lembaga pendidikan, dan lingkungan yang ada di Keuskupan agung, serta tidak henti-hentinya menebarkan kebaikan dan kedamaian,” ujar Kapolda Sumut, Selasa (22/10/2019).

Kapolda menyampaikan bahwa kedepan masih ada 23 pemilihan kepala daerah yang ada di Sumut, maka dari itu kita harus mulai melakukan pendekatan di segala bidang untuk menghindarkan masyarakat dari pengaruh negatif serta sifat mengadu domba yang sangat berbahaya dalam kehidupan masyarakat.

“Polri bekerja sesuai dengan kalender kamtibmas yaitu statis dan dinamis, dimana kalender statis adalah yang mengatur pengamanan dalam hari-hari besar seperti natal, tahun baru, idul fitri, dan lainnya, oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri untuk memantau dan mengamankan hari-hari besar tersebut,” pesan Kapolda Sumut.

Kapolda menegaskan kepada Kapolrestabes Medan dan Dirreskrimum untuk melibas tuntas para pelaku kekerasan yang ada di kampus, dan Kepada Dir Narkoba Polda Sumut untuk mengusut tuntas pelaku pengedaran Narkoba.

Sementara itu Uskup Keuskupan Agung Medan mengucapkan terima kasih atas inisiatif keamanan yang selama ini diberikan oleh Kepolisian terhadap gereja-gereja keuskupan di Medan yang tanpa dimintapun datang untuk melaksanakan pengamanan dalam hari-hari besar.

“ Keuskupan Agung Medan siap untuk bekerja sama dengan Kepolisian dalam menjaga kemananan di wilayah Sumut,” tambah Uskup.

Perwakilan pihak Campus Ministry Unika Rp. Emmanuel Sonny Wibisono, O.Carm menyampaikan keadaan bahwa ada 89 sekolah kepengurusan keuskupan Agung Medan yang tersebar mulai dari Tebing tinggi sampai dengan Aceh tenggara, dan memiliki murid mencapai 33.800 Murid yang mayoritas Protestan.

“Kami ingin menyampaikan kepada Bapak Kapolda dan jajaran, Sekolah-sekolah ini sangat membutuhkan kerjasama terhadap Kepolisian karena banyak sekali siswa/i yang sudah mulai menyimpang kepada kenakalan remaja seperti membentuk Geng-geng motor, dan yang paling ditakuti adalah terkena narkoba,” ungkapnya.

Oleh karena itu Pastor Emmanuel menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan Polisi untuk mengatasi kenakalan remaja yang selama ini terjadi dengan cara-cara preventif ataupun preemtif, serta berharap dapat melakukan pengecekan narkoba kepada murid sekolah tersebut.

Tambahan dari Rektor Unika ST. Thomas Sumut RD. Frietz R. Tambunan menyampaikan bahwa Pihak Universitas telah mendeteksi adanya tindakan kelompok mahasiswa yang bisa disebut sebagai inogurasi yang mengadakan kegiatan diluar dari restu universitas, seperti perpeloncoan, kekerasan, serta pelecehan.

“Untuk itu kami berharap dan meminta kepada Kepolisian sebagai pihak keamanan untuk ikut dan turut campur tangan dalam memberantas berbagai permasalahan yang ada di Kampus karena ditakutkan akan berimbas kepada para Junior-Junior selanjutnya,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa Universitas telah mencurigai adanya tempat didekat Kampus yang menjadi tempat pengedaran narkoba oleh para mahasiswa, oleh karena itu Rektor mengatakan agar kepolisian dapat menyelesaikan secara tuntas masalah narkoba maupun geng-geng yang terbentuk diluar restu dari pada universitas.

Menanggapi sejumlah permasalahan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa apa yang sudah dibangun dalam keuskupan Agung Medan ini seperti dalam bidang pendidikan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia, oleh karena itu Polda Sumut sangat mendukung program Keuskupan Agung tersebut.

“Pihak kampus bisa menginventalisir siapa saja yang para pelaku mahasiswa yang termasuk dalam geng-geng diluar dari program kampus yang bersifat illegal,” katanya. (rs)

Komentar Facebook