Tindak Cepat, Tersangka Pembunuh 2 Aktivis di Labuhanbatu Ditangkap Polres, 4 Orang Masih Buron

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan terhadap dua aktivis yang mayatnya ditemukan di Perkebunan Sawit KSU Amelia, Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari Kecamatan, Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu pada (30/10/ 2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tim Reskrim Polres Labuhanbatu menangkap dua pelaku pembunuhan dari enam pelaku pada hari Selasa, (5/11/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Tersangka yang diamankan, yaitu berinisial VS (49) warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari.

Dalam aksi kejam itu, VS berperan menarik dan memasukkan mayat korban ke parit.

Dia juga turut serta memukul kedua korban dengan menggunakan kayu bulat panjang berukuran 1 meter.

Tersangka lain yang berhasil diamankan, berinisial SH (50) warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari.

Perannya sama dengan VS, yaitu memukul kedua korban dengan menggunakan kayu bulat dengan panjang 1 meter.

Tersangka SH juga berperan menarik dan memasukkan mayat korban ke parit bekoan.

Menurut polisi, tersangka  mengakui aksi sadis menghabisi nyawa kedua korban tersebut karena dendam terkait lahan kebun sawit.

“Dua orang sudah tertangkap yang lain masih buron,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat, Selasa (5/11/2019).

“Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap empat orang lagi pelaku yang masih buron,” sambungnya.

Dijelaskan Agus bahwa empat tersangka yang masih berstatus buron adalah JS, S als PR, M dan P.

Barang bukti yang ditemukan oleh polisi, satu unit sepeda motor Honda Revo 110 BK 5185 VAB warna hitam.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 subs 338 Jo 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegas Agus.

Jasad Sanjay dan Maraden ditemukan tewas di Komplek PT SAB/KSU Amalia, di Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Rabu (30/10).

Pada Selasa (29/10/2019), korban meminjam sepeda motor milik saksi bernama Burhan Nasution untuk berangkat ke ladang melewati kebun kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

Karena tak kunjung pulang, Burhanudin melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisan yang selanjutnya melakukan tracking ke jalan yang dilalui kedua korban.

Setelah ditelusuri personel menemukan mayat Maredan Sianipar kemarin sore, baru tadi hari ini juga  menemukan mayat si Sanjay tidak jauh dari penemuan mayat Maredan.

Saat ditemukan, kedua  korban tewas dengan banyak luka di bagian punggung. Diduga sebagai kasus pembunuhan.

(rs/ tribun-medan.com)

 

Komentar Facebook