Ops Zebra 2019, Polda Sumut Catat Jumlah Pelanggaran 53.659 atau Naik 5 Persen dari Tahun Lalu

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Ops Zebra yang dilakukan selama 14 hari mulai dari 23 Oktober sampai 5 November 2019, Polda Sumut mencatat 53.659 kendaraan melakukan pelanggaran.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.245 kendaraan di antaranya ditilang, sedangkan 10.414 kendaraan lainnya mendapatkan sanksi teguran.

Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin mengatakan dibandingkan dengan Ops Zebra 2018, operasi ini mengalami peningkatan 5 persen untuk kendaraan yang melakukan pelanggaran, yakni 51.265 perkara.

“Sedangkan perkara tilang hanya naik 1% atau dari 42.821 kendaraan pada tahun lalu, dan perkara teguran naik 23% atau dari 8.444 perkara,”katanya, Rabu (6/11/2019).

Orang nomor satu di Ditlantas Polda Sumut ini menyatakan sebanyak 43.245 kendaraan yang ditilang, paling banyak kendaraan yang ditilang adalah roda dua dengan 32.267 unit.

Sedangkan untuk mobil penumpang sebanyak 5.370 unit, mobil barang 4.035 unit, mobil bus 1.566 unit dan kendaraan khusus sebanyak 7 unit.

“Untuk sepeda motor pelanggaran terbanyak seperti tidak menggunakan helm SNI, surat-surat, hingga melawan arus dan berkendara dibawah umur. Sedangkan pada mobil dan kendaraan khusus di dominasi surat-surat, tidak menggunakan safety belt, hingga menggunakan HP saat berkendara,”terangnya.

Untuk kecelakaan lalulintas yang terjadi saat Ops Zebra Toba 2019, kata Kemas, Polda Sumut mencatat sebanyak 98 kejadian.

“Dari jumlah tersebut 32 orang meninggal dunia, 24 orang luka berat, dan luka ringan sebanyak 134 orang,”ujarnya.

Ia mengaku dibandingkan tahun lalu, jumlah kecelakaan mengalami kenaikan 26% atau dari 78 kejadian.

“Untuk korban meninggal dunia terjadi penurunan, di mana pada tahun 2018 ada 44 orang, luka berat 36 orang dan luka ringan 85 orang,”terangnya.

Pria dengan melati tiga dipundaknya ini sangat berharap kepada masyarakat untuk lebih mementingkan keselamatan daripada kecepatan.

“Melihat angka pelanggaran naik 5 persen dari tahun sebelumnya. Ini berarti masih banyak masyarakat yang belum peduli terhadap keselamatan saat berkendara,”katanya.

Sementara, dari pihak Ditlantas Polda Sumut sudah berulang kali mengingatkan dan membuat spanduk maupun baliho terkait upaya agar para pengendara melengkapi surat-surat dan mengutamakan keselamatan.

“Sudah kita buat imbauan baik dari baliho, media cetak dan online serta sosialisasi ke masyarakat umum dalam mengikuti peraturan rambu lalu lintas,”ujarnya.

(rs/tribun-medan.com)

Komentar Facebook