Brigjen Pol Mardiaz Ceritakan Bagaimana Dedek Bisa Berubah hingga Ledakan Diri

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Tim Densus 88 dan Polda Sumut terus melakukan pengembangan pasca–kasus bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution (24) alias Dedek di Mapolrestabes Medan.

Dalam keterangannya, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap mertuanya bahwa perilaku Rabbial Muslim Nasution berubah sejak enam bulan yang lalu.

“Setelah mengikuti pengajian hanya dalam waktu 6 bulan sifat terduga berubah dan nekat melakukan bom bunuh diri,” ucap Brigjen Pol Mardiaz, Jumat (15/11/2019).

“Kita juga berharap sensitifitas warga, ketika ada masyarakat tidak kita kenal tolong laporkan kepihak yang berwajib,” sambung Brigjen Pol Mardiaz.

Brigjen Pol Mardiaz mengungkapkan, polisi tengah memburu imam pengajian yang diduga turut dalam aksi peledekkan.

Istri pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan, ternyata juga berencana melakukan aksi teror bom di Bali.

Untuk meluluskan rencana teror di Bali, wanita berinisial D itu menjalin komunikasi dengan seorang narapida kasus terorisme yang kini mendekam di Lapas Medan

Kini D, istri dari RMN, sudah diamankan Densus 88 Antiteror Polri, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ditangkap, D sedang menyusun rencana untuk melakukan teror di Bali.

“Di dalam jejaring komunikasi media sosialnya, mereka (D dan terduga teror lainnya) berencana melakukan aksi terorisme di Bali,” ujar Brigjen Pol Dedi di Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Penyusunan rencana aksi teror ini, lanjut Dedi, dilakukan bersama seorang pria berinisial I.

Adapun I merupakan narapidana perkara terorisme yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Yang bersangkutan (D) cukup aktif di media sosial dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi lewat Facebook (dengan I),” kata Brigjen Pol Dedi.

Kini, D masih diperiksa secara intensif oleh tim Densus 88 Antiteror Polri untuk pengembangan kasus bom bunuh diri sang suami beserta aksi teror yang direncanakannya. (wd)

Komentar Facebook