Dit Lantas Polda Sumut Evaluasi Jalur Wisata dan Arus Mudik di Siantar–Simalungun

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumut melakukan pemantauan dan evaluasi sejumlah rute yang berpotensi menjadi kantong–kantong kepadatan arus lalulintas pada pelaksanaan Ops Lilin Toba 2019.

Turung langsung melakukan evaluasi Dirlantas Polda Sumut Kombes Kemas Ahmad Yani bersama jajaran ke beberapa lokasi, diantaranya Labuhanbatu, Kota Siantar dan Simalungun, Kamis (28/11/2019).

Di sana dia memimpin dan memerintahkan agar satker yang berada di daerah melakukan tindakan–tindakan kongkrit.

Kombes Pol Kemas mengatakan, dari hasil cek rute trouble spot dan black spot pada jalur wisata serta arus mudik–arus balik, ditemukan sejumlah masalah lalulintas yang harus diselesaikan. Seperti salahsatunya di jalan Siantar menuju Medan tepatnya di kilometer 8, Jembatan Sigagak Pematangsiantar yang berbatasan dengan Simalungun.

“Jembatan Sigagak adalah sebagai botle nex yang menghubungkan Kota Siantar menuju Simalungun dimana jalur Kota Siantar. Saya perintahkan Kasatlantas Simalungun dan Siantar agar saling bekerjasama apabila terjadi kemacetan,” ujar Kombes Pol Kemas, Jumat (29/11/2019) Membuat Pos Pam dan penempatan personel yang cukup menjadi langkah yang perlu dilakukan. Kemudianmembuat pembatas jalan dengan water barier/ tolo.

Selanjutnya, Kombes Pol Kemas dan rombongan bergeser ke Jalan Parapat persimpangan Jalan SM Raja Pematang Siantar atau yang dikenal Simpang Dua Siantar.

Titik ini merupakan salahsatu trouble spot di jalur Jalinsum menuju Kota Wisata Parapat. Dari hasil monitoring, Jalan SM menuju ke Medan sempit, hanya selebar 6 meter, ramai penduduk, terdapat tiang jaringan Telkom dan bahu jalan yang rendah.

“Setelah kita rekonstruksi, kondisi ini menghalangi kendaraan berbelok dari kedua arah, terutama kendaraan besar seperti bus dan truk. Saya minta agar menurati PT Telkom Cabang Siantar untuk memindahkan tiang jaringan Telkom yang berada disudut jalan SM Raja,” ucap Kombes Pol Kemas.

Kemudian, di persimpangan Jalan Parapat, Kemas meminta gar bahu jalan yang rendah agar ditinggikan secara swadaya dan segera. Bila terjadi kemacetan total, Kasatlantas agar melakukan diakresi kepolisian, yaitu dengan memasukkan kendaraan besar ke kota dan memberlakukan one way sementara.

Dari sana, Kemas lanjut bergeser ke Jalan Parapat KM 45 tepatnya di Jembatan Siduadua Kecamatan Sipanganbolon Kabupaten Simalungun.

Ya kawasan ini cukup terkenal pascalongsor dari tebing yang terjadi awal tahun 2019 kemarin dan membuat akses menuju Kota Prapat dari Siantar terputus.

Di kawasan tersebut Kemas menemukan tumpukan material bangunan Jembatan yang sedang dikerjakan.

“Tumpukan material ini kalau saya lihat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, apalagi menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Saya sudah perintahkan agar pemborong segera memindahkan material yang menumpuk di badan jalan dan menyurati Pemkab Simalungun agar menempatkan alat berat mengantisipasi longsor,” sebut Kombes Pol Kemas. (matatelinga.com/wd)

Komentar Facebook