Sudah 18 Saksi Diperiksa Terkait Kematian Hakim Jamaluddin, Belum Ada Penetapan Tersangka

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi–saksi dalam kasus kematian Jamaluddin yang merupakan hakim di Pengadilan Negeri Medan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jamaluddin (55) ditemukan tewas di dalam mobil di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Terkait peristiwa tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan penyidik telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 13 saksi untuk mengungkapkan misteri kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan tersebut.

“Sudah 18 saksi diperiksa penyidik Polda Sumut. Mereka yang dimintai keterangan merupakan kerabat dan keluarga. Mohon doanya agar misteri kematian hakim PN Medan tersebut secepatnya terungkap,” kata AKBP MP Nainggolan, Selasa (3/12/2019).

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Medan, Erintuah, mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan Pengadilan Negeri telah diperiksa Polda Sumut untuk dimintai keterangan.

“Yang diperiksa, Kepala PN Medan, humas, panitera, kaur umum, staff panitera dan dua hakim,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Erintuah, pemeriksaan ini dilakukan agar cepat pengungkapan kasus kematian Jamaluddin.

“Semoga pihak kepolisian dalam hal ini (Polda Sumut dan Polrestabes Medan) secepatnya dapat mengungkap kasus kematian rekan kami almarhum Jamaluddin,” ujarnya.

Asisten Pribadi Hakim Jamaluddin, Cut Rafika Lestari akhirnya menampakkan diri di ruangan Humas Pengadilan Negeri Medan, Selasa.

Cut Rafika turut menjadi terperiksa terkait dengan kematian bosnya, Jamaluddin.

Sebanyak enam pegawai Pengadilan Negeri Medan telah dipanggil sebagai saksi oleh Polda Sumut terkait kematian Hakim Jamaluddin, Senin (2/11/2019).

Ruangan tersebut merupakan ruangan kerja yang biasa digunakan hakim Jamaluddin bekerja menerima awak media dan tamu yang berkunjung.

Amatan Tribun, sekitar pukul 11.33 WIB, Cut tampak bersama Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno, Wakil Ketua PN Medan Abdul Azis dan Sekretaris PN Medan, Leliana sari Harahap.

Ia tampak menunjukkan berkas–berkas sidang yang selama ini ditangani Hakim Jamaluddin sebelum tewas kepada ketiga orang tersebut.

Cut yang mengenakan jilbab hitam baju pink ini terlihat mondar–mandir memperlihatkan berkas demi berkas kepada Kepala PN Medan.

Terlihat percakapan di dalam ruangan, namun karena awak media tak diizinkan masuk, hanya terdengar gerakan bibir dari Cut dan ketiga petinggi PN tersebut.

Pihak keamanan PN Medan membenarkan bahwa aktivitas yang ada di ruangan untuk menunjukkan berkas–berkas.

“Di dalam ada Ketua PN, wakil dan Sekretaris. Iya itu nunjukin berkas Pak Jamal,” katanya.

Sebelumnya, ketika memasuki pengadilan, Cut tak ingin berkomentar terkait pemeriksaannya di Polda Sumut.

“Aduh bang, langsung aja ke humas bang keterangannya,” katanya sambil berjalan cepat.

Dijelaskan Humas PN Medan, Erintuah Damanik bahwa Cut telah diperiksa Polda Sumut pada 30 November 2019 terkait kematian Hakim Jamaluddin, mulai kepala panitera hingga asisten pribadi turut diperiksa.

Total enam orang yang berada di sekeliling hakim Jamaluddin telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian guna mengungkap pelaku pembunuhan.

Kantongi Identitas Pembunuh

Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin yang menjabat sebagai Hakim dan Humas di Pengadilan Negeri Medan.

Saat ini polisi sudah mengarah kepada pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat dari Humas PN Medan tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin.

Saat ditanya apakah pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pelaku yang mengarah pada orang dekat korban, Eko mengiyakannya.

“Sudah mengarah ke sana orang dekat korban,” kata Eko, Selasa (3/12/2019).

“Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan intensif,” sambungnya.

Dijelaskan Eko berdasarkan hasil autopsi, petugas menemukan adanya bekas jeratan di leher korban.

Namun demikian, pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti–bukti baru.

Eko berjanji bahwa pihaknya akan berusaha secepat mungkin mengungkapkan kasus kematian Jamaluddin.

Kepolisian mengharapkan dukungan semua lapisan masyarakat Kota Medan yang merasa simpati dengan korban Jamaluddin.

“Kita menginginkan kasus dugaan pembunuhan itu tuntas dilakukan oleh tim penyelidikan Satuan Reskrim Polrestabes Medan,” jelas Eko.

Sebelumnya, seorang pria yang diketahui bernama Jamalludin (55) ditemukan tewas disebuah mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut Jumat (29/11/2019).

Penemuan mayat ini berawal saat warga melaporkan terkait adanya sebuah mobil yang masuk ke areal perkebunan sawit. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan oleh warga kepada kepala desa yang mana kemudian diteruskan ke Polsek Kutalimbaru.

Korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan yang berada di Jalan Wahid Hasyim Medan. (tribunnews.com/wd)

Komentar Facebook