Polres Asahan Ringkus Tersangka Pencurian 13 Unit Komputer Milik SMK Negeri I Bandar Pasir Mandoge

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Kasus pencurian 13 unit komputer milik SMK Negeri I Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan, berhasil diungkap opsnal Sat Reskrim unit Jatanras Polres Asahan, pada Senin (09/12/2019) sekira pukul 15.00 WIB. Dalam penangkapan itu, keempat tersangka terpaksa menerima masing masing satu butir timah panas dan khusus kepada tersangka otak pelaku menerima dua butir timah panas.

Kapolres Asahan AKBP Faisal Florentinus Napitupulu SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK, dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Rabu (11/12/2019) membenarkan adanya penangkapan empat tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan itu. “Keempat tersangka masing-masing, IIS alias Iskandar (38) warga Jalan Williem Iskandar Lk.II kecamatan Kisaran Timur, Im alias Baim (29) warga Jalan Marah Rusli Lk.II Kisaran Timur, DS alias Kakek (41) warga Jalan Marah Rusli Lk.III Kisaran Timur, dan NS alias Pilun (51) warga Jalan Kyai Agus Salim Lk.VIII Kisaran Timur,” papar Kasat Reskrim Polres Asahan.

Dijelaskannya, keempat tersangka tersebut melakukan tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5 dari KUH Pidana, dan atas adanya laporan polisi nomor LP/40/X/2019/SU/Res.Ash/Sek.BP Mandoge tertanggal 02 Oktober 2019 yang dilaporkan oleh korban. “Atas laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Asahan bersama opsnal Serse Polsek Bandar Pasir Mandoge melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Lebih lanjut AKP Ricky mengatakan, pencurian terjadi pada Rabu (02/10/2019) sekira pukul 09.45 WIB. Keempat tersangka mencongkel daun pintu jendela sekolah SMK Negeri 1 Bandar Pasir Mandoge yang berada di Dusun V Desa Bandar Pasir Mandoge Asahan. “Selanjutnya keempat tersangka menggasak sebanyak 13 unit komputer milik sekolah tersebut dan membawanya dengan menggunakan mobil Toyota Avanza Warna Hitam BK 1715 JM. Semua barang hasil curiannya dikumpulkan di rumah tersangka IIS.

“Tersangka IIS selaku otak pencurian tersebut selanjutnya bersama komplotannya berangkat ke Medan untuk menjual semua barang hasil curiannya kepada penadahnya yang bernama “Budi” dengan harga per unitnya sebesar Rp.800 ribu rupiah. Tersangka dapat kami bekuk setelah otak pelaku pencurian atas nama tersangka IIS di bekuk di rumahnya dan atas pengakuannya semua komplotannya dapat kami ringkus,” paparnya.

Namun terhadap para pelaku, lanjutnya, terpaksa dilakukan penindakan tegas dan terukur pada saat pengembangan mencoba untuk melarikan diri. “Saat ini semua tersangka sudah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polisi Polres Asahan, guna menjalani pemeriksaan untuk dapat kami ajukan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” pungkasnya. (DYK)

Komentar Facebook