Polda Sumut akan Tindak Penimbun Sembako

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Polda Sumut akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bulog untuk mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

“Untuk mengantisipasi itu, kita sifatnya hanya koordinasi saja,” kata Kasubbid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (12/12).

Dia menyebut, pihaknya akan melakukan program Operasi (Ops) Lilin Toba 2019 dengan duduk bersama instansi terkait guna mengantisipasi lonjakan harga sembako.

“Pasti kita akan duduk bersama untuk membicarakan terkait sembako. Nanti kita akan buat Ops Lilin Toba 2019,” ujar AKBP MP Nainggolan.

Disinggung jika ada oknum melakukan penimbunan sembako (spekulan), Nainggolan menegaskan, pihaknya akan memberi tindakan tegas.

“Kalau ada menemukan orang yang melakukan penimbunan sembako, silahkan laporkan ke kita, pasti akan ditindak,” tegas AKBP MP Nainggolan.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, bahwa Operasi Lilin 2019 akan dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Dalam operasi ini, Polri akan mengerahkan sekitar 100 ribu personelnya untuk berjaga di jalur–jalur mudik, terminal bus, stasiun, bandar udara, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, pasar tumpah dan tempat rekreasi di seluruh Indonesia.

“Operasi Lilin akan dilaksanakan mulai 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 dengan sekitar 100 ribu personel yang disiapkan dari Aceh hingga Merauke,” kata Brigjen Argo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/12).

Sejumlah daerah yang menjadi prioritas pengamanan dalam operasi ini yakni Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Terkait kesiapan pengamanan dan sarana prasarana dalam Operasi Lilin, saat ini antarinstansi/lembaga terkait terus meningkatkan koordinasi.

Dari Polri, dalam hal ini Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono telah meninjau jalur mudik Tol Trans Jawa dan Jalur Pantura.

Dari hasil peninjauan jalur mudik, disimpulkan bahwa Polda Jawa Barat dan polres–polres sudah mempersiapkan dengan baik terkait rencana rekayasa lalu lintas dan pengerahan personel lalu lintas.

Selain itu, kondisi jalan di jalur arteri dan jalur menuju tempat–tempat wisata di Jawa Barat, sudah baik.

Rencananya sistem satu arah akan diberlakukan secara situasional di Tol Trans Jawa bila jumlah kendaraan pemudik yang menggunakan Tol Trans Jawa, membludak.

Polri nantinya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas menuju lokasi wisata, perlintasan kereta api dan pasar tradisional di Jawa Timur untuk memperlancar arus kendaraan pada hari–hari puncak mudik Natal dan Tahun Baru. (harianandalas.com/wd)

Komentar Facebook