Polres Padangsidimpuan Gagalkan Peredaran 250 Kg Ganja Asal Kabupaten Madina

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Sebanyak 250 Kg narkotika jenis daun ganja kering hendak diedarkan digagalkan Petugas tim khusus (timsus) Polres Padangsidimpuan, Rabu (8/1/2020) malam. Pengungkapan sindikat narkoba antar kabupaten di Kota Padangsidimpuan, tim khusu Polres Sidempuan melakukan penggerebekan di Lapangan Satu Simarsayang, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan.

Informasi yang dihimpun di Mapolres Padangsidimpuan menyebutkan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakan akan adanya transaksi narkoba di kawasan tersebut. Mendapat laporan ini, petugas langsung melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, petugas melihat satu unit truk dengan nomor polisi B 9806 TYT melintasi kawasan tersebut. Curiga melihat kenderaan, petugas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya petugas melakukan tembakan ke udara sehingga membuat sang supir menghentikan laju kenderaannya.

Dari dalam truk, petugas berhasil mengamankan dua orang pria yakni AS ,25, dan PR 43, warga Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 7 karung yang berisikan ratusan bal yang berisikan narkoba jenis ganja kering dengan total berat 250 kilogram. Salah seorang tersangka yakni Adi terpaksa dihadiahi petugas dengan timah panas di kaki kanannya lantaran berusaha melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

“Kedua tersangka ini merupakan kurir narkoba. Salahseorang terpaksa kita berikan tindakan tegas lantaran berusaha melarikan diri,” ucap Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya. Dari keterangan para tersangka, lanjut Hilman, barang haram ini diperoleh mereka dari salah seorang Bandar di Kabupaten Mandailing Natal. Rencananya, barang ini akan di distribusikan ke Kota Padangsidimpuan.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka saat ini menjalani pemeriksaan di Satnarkoba Polres Padangsidimpuan,” pungkasnya. Sementara itu, kedua tersangka mengaku akan mendapat upah senilai 10 hingga 20 juta rupiah jika barang haram ini sampai ke Kota padangsidimpuan. “aku dijanjikan 10 juta bang,” ucap Adi. “Sedangkan aku, 20 juta bang,” aku Pandapotan.

Dari pengakuan keduanya, barang haram ini diterima mereka dari salah seorang bandar di Simpang Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina. Mereka mengaku tidak mengetahui berapa banyak ganja yang akan dibawa. “Di Simpang Pagur kami terima barangnya bang. Kami tidak tahu berapa banyaknya. Hanya disuruh antar ke Sidimpuan dan diarahkan melalui telepon,”sebutnya (DYK)

Komentar Facebook