Berita Polsek JajaranGiat Kepolisian

Komunitas Ojol GSN Apresiasi Kinerja Polsek Medan Timur Ungkap Dan Amankan Pelaku Penipuan

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Ketua Komunitas Grab Semangat Nias (GSN), Suardiman Zebua, mengapresiasi kinerja Kepolisian atas penangkapan Pelaku Penipuan terhadap Ojek Online (Ojol) dari Pulo Brayan.

Ketua GSN, Suardiman Zebua mengatakan, “Kita sebagai Driver Ojek Online sangat perihatin atas peristiwa yang telah terjadi, karena sangat meresahkan para driver lainnya yang sudah mengalaminya. Saya beri saran kepada rekan-rekan Driver Ojol lainnya, supaya lebih waspada disaat bekerja, dan hati-hati agar jangan sampai menimbulkan kerugian lagi, dan kepada Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutur Saudirman.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim, Iptu Jefri Simamora mengatakan, Pelaku berinisial IAP, (24), Warga Jalan Pasar, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur.

Diketahuinya Kasus Penipuan dan Penggelapan ini terungkap, setelah Pelaku diamankan oleh sejumlah Pengemudi Driver Ojol dan telah diserahkan kepada Polsek Medan Timur.

Dari interogasi oleh Petugas, Pelaku mengaku telah memanfaatkan Aplikasi Driver Ojek Online untuk melakukan penipuan terhadap sejumlah Driver Ojek Online. Pelaku berpura-pura menjadi Penjual Barang, lalu Pelaku memesan jasa Driver Ojek Online untuk melakukan penghataran barang pesanan.

“Awalnya barang sudah dikemas rapi, yakni berisi Air Mineral, Kain Bekas, dan Sepatu Bekas. Lalu, Pelaku meminta uang pembayaran barang itu terlebih dulu kepada Driver Ojek Online, dan setelah sampai barang kepada Pemesanan, uang pembayaran barang yang sudah diberikan sebelumnya akan diganti oleh Pemesan Barang,” jelas Kanit Iptu Jepri Simamora, Jumat (13/08/2021).

Ditambahkannya, “Tanpa ada rasa curiga, Korban memberikan uang yang diminta oleh Pelaku. Ketika barang diantar ke alamat yang dituju, ternyata alamat pemesan barang tersebut fiktif, alias tidak ada,” tambahnya.

Saat ini, pihak Kepolisian masih mengejar beberapa orang rekan Pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan ini.

“Pelaku bersama beberapa temannya yang masih DPO sudah berulangkali melakukan tindakan penipuan tersebut. Para Korban terakhir mengalami kerugian Rp. 2.650.000,” ujarnya. [Ar]

Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button