Berita Polres JajaranKriminalitas

Polres Tanjung Balai Tangkap Pengedar Sabu di Pulau Simardan

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Medan,Sumatera Utara – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Balai berhasil menangkap seorang pria pengedar narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya pada Sabtu (30/01/2021) sore sekira pukul 17.30 WIB. Pelaku ialah Sastra Khomeini alias Tata, (39) warga Jalan Matahari Lingkungan III, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai.

Informasi dihimpun, Minggu (31/01/2021), Sastra Khomeini alias Tata ditangkap Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai dari Jalan Matahari Lingk II, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai. Saat ditangkap, dari tersangka turut juga diamankan barang bukti, 1 (satu) bungkus plastik klip transparan berisi narkotika jenis shabu 0.15 (nol koma satu lima) gram.

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Senin (01/02/2021) menerangkan, kronologis kejadian berdasarkan informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa ada seorang laki-laki dengan ciri ciri yang sudah di informasikan, sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu. “Atas informasi tersebut, lanjut Kapolres, Team Opsnal unit II Sat Res Narkoba yang dipimpin Ipda Awaluddin bergerak menuju ke TKP dan langsung melakukan penangkapan,” ujarnya.

Lalu sambung Kapolres, pada saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka, barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 1 (satu bungkus) di lemparkan oleh tersangka yang diambil tersangka dari dalam kantong belakang celana sebelah kanan menggunakan tangan kanan ke tanah. “Kemudian setelah di interogasi, tersangka menerangkan bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah benar miliknya,” lanjutnya.

Selanjutnya barang bukti dan tersangka di bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan penimbangan terhadap barang bukti dihadapan tersangka seberat 0.15 (nol koma satu lima) gram sabu. “Pasal yang dipersangkakan, Pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UU NO.35 Tahun 2009 denga ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 20 tahun,” pungkas AKBP Putu Yudha. (DYK)

Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button