Berita Polres JajaranKriminalitas

Polres Tanjungbalai meringkus 2 Pengedar Sabu-Sabu dari Lokasi Berbeda

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai meringkus 2 pengedar sabu-sabu dari lokasi berbeda, Jum’at (17/7/2020) sore kemarin. Kedua tersangka yang diamankan adalah Hengki Syahputra alias Hengki (35)–Jalan SMAN 3 Tanjungbalai, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar–dan Yusnani alias Nenek (44), warga Simpang Arkat, Jalan Bedukang, Kelurahan Sei Merbau, Teluk Nibung, Tanjungbalai. Awalnya, polisi menangkap Hengki di kawasan Jalan SMAN 3 Tanjungbalai, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Jum’at (17/7/2020) sekira pukul 17.00 Wib.

 Penangkapan dilakukan setelah personel Sat Resnarkoba Polres Tanjungbalai setelah mendapat laporan dari sejumlah masyarakat yang merasa resah dengan peredaran narkoba di kawasan tersebut. Dari tangan Hengki, polisi menyita 2 paket sabu-sabu seberat 0,24 gram (bruto) dan satu unit handphone merk Nokia. “Pada saat diamankan, tersangka Hengki sedang berdiri di pinggir jalan. Dari hasil pemeriksaan, personel menemukan sebuah kotak kecil warna merah berisi 2 paket sabu-sabu yang diletakkan di tembok jembatan dekat tersangka berdiri,” kata Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, Sabtu (18/7/2020). Kepada polisi, Hengki tak bisa berkelit lagi dan mengakui seluruh barang bukti itu adalah miliknya.

 Ia juga mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang wanita bernama Yusnani alias Nenek. Polisi segera melakukan pengembangan untuk mencari Yusnani alias Nenek dan berhasil menangkap wanita itu di kediamannya. “Pada saat tersangka Yusnani alias Nenek diamankan, di dekat tempat tersangka duduk ditemukan satu kotak rokok berisi satu paket sabu-sabu seberat 0,41 gram (bruto) dan satu unit handphone merk Mito,” jelas Putu Yudha. Saat diinterogasi, Nenek mengakui bahwa sabu-sabu itu diperolehnya dari seorang laki-laki yang biasa dipanggil si Kancil.

Petugas kemudian melakukan pengembangan untuk mencari Kancil, namun belum ditemukan. Selanjutnya, kedua tersangka diboyong ke Mapolres Tanjungbalai untuk penyidikan. “Kasus ini masih kita kembangkan. Kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singka 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” pungkasnya. Terpisah, seorang warga yang berhasil diwawancarai Metro24jam.com, mengakui bahwa Jalan SMAN 3 yang sepi pada saat siswa tidak ada kegiatan belajar, seringkali dimanfaatkan para pengedar sabu untuk melakukan transaksi. “Kalau di situ (Jalan SMAN 3) ku rasa payah polisi menjaganya. Tiap harilah ada saja yang jual sabu. Entah dari mana-mana tak tau lagi awak. Udah seringkali pun ditangkapi di situ, tapi tetap juga ada,” sebutnya. (BL)


Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button