Berita Kapolda Sumut

Polres Tj. Balai Ringkus Sindikat Pembuatan STNK Palsu, 10 Orang Diamankan

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Tekab Sat Reskrim Polres Tanjungbalai mengungkap komplotan jaringan sendikat pemalsuan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).  Polisi juga mengamankan 8 tersangka bagian komplotan tersebut.

Kedelapan tersangka yang berhasil ditangkap adalah MS alias Sabri (28) warga Dusun II Kecamatan Tanjungbalai, L alias Ilus (36) dan RW alias Yudi (39) keduanya warga Pulo Raja Asahan, AS (52) dan A alias Andre Juntak (25) keduanya warga Jalan Besar Sipori-pori Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

Mi alias Ikbal (24) dan BS alias Burek (35) keduanya warga Jalan Anwar Idris Kota Tanjungbalai, dan HFL alias Koling (42) warga Jalan Jenderal Sudirman.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan bahwa pengungkapan ini berawal ketika pihaknya pada Kamis (4/6) kemarin menangkap tersangka Sabri yang menjual sepeda motor Yamaha RX King bodong dengan kelengkapan surat hanya 1 STNK palsu.

“Dari pemeriksaan diketahui tersangka Sabri mendapatkan STNK palsu dari temannya Ilus dengan membelinya seharga Rp 500 ribu,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim Tekab Polres Tanjungbalai bergerak dan membekuk tersangka Ilus. “Dari tangan Ilus petugas memperoleh STNK palsu dengan meminta tersangka Yudi untuk men-scan dan mencetak dengan harga Rp150 ribu agar sepeda motor dapat dijual,” ucap Putu.

Tak berhenti sampai disini personel Polres Tanjungbalai terus melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka lain yang terlibat pembuatan STNK palsu ini. Keseluruhan ada 8 tersangka dibekuk.

Dari delapan tersangka pemalsu STNK tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti total 168 STNK palsu yang sudah dicetak, 65 lembar STNK yang sudah dicetak namun belum dipotong, 3 unit sepeda motor, 100 plastik STNK, alat pencetak STNK palsu seperti komputer, printer, alat scan, 20 gulungan kertas, dan lainnya.

Putu menegaskan bahwa pasal yang dipersangkakan terhadap 7 orang tersangka inisial ( MS, RW, L, A, MI, BS, HFL) yakni Pasal 264 ayat (1) dan (2) subs 263 ayat (1) dan (2) Jo 55 Ayat (1) ke 1, 56 dari KUHPidana. “Dengan ancaman hukuman selama-lamanya delapan tahun,” tegasnya.

Sedangkan untuk tersangka AS dipersangkakan Pasal 264 ayat 1 dan ayat 2 subs 263 ayat 1 dan atau pasal 480 dari KUHPidana. “Dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” pungkasnya. [Ar]

Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button