Berita Polres Jajaran

Polres Toba Selesaikan Kasus Penganiayaan dengan Cara Restorative Justice

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Polres Toba memberlakukan restorative justice (RJ) kepada tiga orang tersangka penganiayaan secara bersama-sama yang sebelumnya sempat dilaporkan korbannya ke Polres Toba.

Pemberian RJ ini dilaksanakan di ruang restorative justice Satreskrim Polres Toba, pada Senin (8/8/2022) kemarin sekira pukul 12.00 WIB.

Kasat Reskrim AKP Nelson J Sipahutar melalui Kanit Pidum Polres Toba Ipda Jefriadi Silaban mengatakan Satreskrim Polres Toba memberlakukan RJ kepada ketiga orang tersangka penganiayaan terhadap korban bernama Bram Willson Simangunsong (21) warga Desa Narumonda IV, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba.

“Betul kemaren kita lakukan upaya RJ kepada ketiga pelaku penganiayaan, yakni PDM (18) Warga Huta Marpaung Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, RNN (17) warga Sigumpar Dangsina, Kelurahan Sigumpar Dangsina, Kecamatan Sigumpar, JN (16) warga Huta Dolok Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba,” ujarnya, Selasa (9/8/2022).

PDM, RNN dan JN ini memang sebelumnya, kata Ipda Jefriadi Silaban, ketiganya diamankan atas perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap korbanya.

Mereka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 246 / V / 2022 / SPKT POLRES TOBA / POLDA SUMUT, Surat Penangkapan : Sp. Kap / 47 / VIII / 2022 / Reskrim, Surat Penangkapan : Sp. Kap / 48 / VIII / 2022 / Reskrim dan Surat Penangkapan : Sp. Kap / 46 / VIII / 2022 / Reskrim.

“Pada Sabtu (28/4/2022) sekitar pukul 22.30 WIB, telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama di mana pada saat saya mendapat telepon dari RNN alias Saraf yang menyuruh saya untuk berjumpa dengannya untuk membicara masalah yang pernah terjadi antara saya dengan RNN alias Saraf,” kata Ipda Jefriadi Silaban.

Kemudian RNN alias Saraf menyuruh saya memasuki rumah yang berada di Jalan Siborong-borong Parapat Tampubolon Kecamatan Balige Kabupaten Toba.

“Kemudian PDM dan beserta satu orang lainnya langsung memukuli saya di bagian mata saya dengan menggunakan tangan mereka sehingga mengakibatkan luka memar dan mereka juga memukul kepala saya menggunakan kayu bulat sehingga mengakibatkan kepala saya bengkak,” terangnya.

Tapi sebelum melakukan langkah hukum lebih jauh, akunya, pihaknya melakukan langkah mediasi antara korban dan pihak keluarga.

“Dari hasil mediasi, akhirnya korban memaafkan perbuatan keduanya dan mencabut laporanya. Kemudian atas pertimbangan-pertimbangan tersebut kita laksanakan gelar perkara untuk memenuhi unsur materil maupun formilnya untuk menghentikan suatu penyidikan tindak pidana,” pungkasnya. (wd)




Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button