Berita Polres JajaranKriminalitas

Polsek Medan Timur Amankan Pria Lakukan Pengancaman Dengan Senjata Air Softgun

Tribratanews.sumut.polri.go.id – Personil Reskrim Polsek Medan Timur mengamankan seorang pria yang melakukan pengancaman terhadap warga masyarakat menggunakan senjata Air Softgun. Tersangka dimankan petugas saat melintas mengendarai mobilnya di Jalan AR Hakim Medan, Minggu (8/3/2020) pagi. Tersangka yang dibekuk petugas itu diketahui berinisial RAS (30), seorang traveler warga Jalan Jati 3 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.

Tersangka diamankan petugas pada, Minggu (8/3/2020) pagi sekitar pukul 07.30 WIB berikut barang bukto sepucuk senjata Air Soft Gun jenis revolver dan satu unit mobil jenis Toyota Yaris plat nomor BK 268 EV berwarna hitam yang dikendarai tersangka saat melakukan aksinya mengancam warga masyarakat. Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka pengancaman ini dilakukan pihaknya berdasarkan tindaklanjut laporan yang disampaikan warga masyarakat.

Pelaku melakukan aksi pengancaman dan penembakan yang dilakukan tersangka pada Maret tahun 2019 silam. “Setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan informasi tentang ciri-ciri tersangka, petugas berhasil mengidentifikasi identitas dan alamat tersangka. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka pada Minggu tanggal 8 Maret 2020 sekira pukul 07.30 WIB di Jalan AR. Hakim/Jalan pendidikan Medan,” jelas M Arifin, Minggu (8/3/2020) siang.

Tersangka yang saat itu melintas di Jalan AR Hakim/Jalan pendidikan Medan mengendarai mobilnya dihentikan oleh petugas yang telah memantau pergerakannya. Berikut barang bukti sepucuk Air Softgun jenis revolver miliknya, tersangka kemudian digelandang ke mapolsek Medan Timur guna pemeriksaan lebih intensif oleh petugas. Sepasang Suami Istri Juga Diancam Dengan Menggunakan Air Softgun Penggunaan senjata Air Soft Gun untuk mengancam warga juga dilaporkan sepasang suami istri ke Polsek Percut Sei Tuan. Ironisnya dalam aksinya itu pelaku mengancam korban menggunakan air softgun seolah seorang petugas polisi.

Pasutri yang melaporkan aksi koboi pelaku itu diketahui adalah Siharma Silalahi dan Atik yang merupakan warga Jalan Parkit 5 Perumnas Mandala. Mereka mengaku digrebek oleh pelaki dan tiga rekannya berlagak polisi yang mencari pelaku kejahatan. Lebih ironis dan memalukan lagi, pasutri ini digrebek para pelaku saat sedang berhubungan suami istri. Bahkan korban yang merupakan pasangan suami istri tersebut mengaku bahwa pelaku yang diketahui merupakan oknum wartawan itu menodong mereka dengan pistol yang diduga air softgun ke arah kepala keduanya.

Atik menuturkan bahwa aksi koboi pelaku iti terjadi pada, Senin (2/3/2020) pagi sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. Saat itu suaminya yang bekerja sebagai sekuriti baru saja pulang ke kios yang mereka sewa di Pasar Enggang, Perumnas Mandala.Sepulangnya sang suami, mereka pun melakukan hubungan suami istri sebagaimana wajarnya pasangan suami istri. Namun, saat sedang berhubungan mendadak pintu rolling door kios dibuka paksa oleh empat orang pria yang masuk secara paksa.

Keempatnya kemudian menanyakan kepada kedua korban tentang keberadaan seorang pria bernama Izal yang disebut kerap mencuri di pasar tersebut. Bertapa terkejutnya kedua korban dengan kedatangan keempat pelaku yang berlagak polisi itu bertepatan ketika keduanya tak mengenakan pakaian barang sehelai benangpun.

“Kami gak kenal Izal itu siapa. Kami bilang lah gak ada si Izal disini,” ujar Atik menirukan perkataannya kepada pelaku ketika itu. Salah Satu Pelaku Pengancaman Merupakan Oknum Wartawan, Atik mengaku bahwa dirinya dan sang suami mengenali beberapa diantara keempatnya. Atik menyebutkan bahwa salah seorang diantaranya adalah seorang oknum wartawan berinisial RD. Sedangkan tiga lainnya diketahui berinisial T, D dan A.

Karena tak puas dengan jawaban korban, keempat pelaku berlagak polisi itu kemudian memeriksa seisi kios. Namun saat korban, Siharma menanyakan siapa yang merupakan petugas Polisi yang sebenarnya diantara keempatnya, korban malah ditodong pistol oleh RD. “Pas ditanya siapa yang polisi asli diantara orang itu, tapi kepala suami saya malah ditodong pistol sama si RD itu, saya enggak tahu apa itu senjata api atau air softgun,” ujar Atik.

Aksi koboi keempatnya berakhir setelah Atik berteriak dan membuat petugas jaga malam pasar datang ke lokasi. Korban yang merasa tak bersalah kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. “Hari itu juga saya lapor polisi tapi laporan saya dicabut dan suami saya kemudian yang melapor,” jelasnya. Dirinya berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karema keempat pelaku telah mempermalukan mereka tanpa hakmya. Tidak hanya itu, korban bahkan mengaku trauma atas kejadian tersebut. (DYK)

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button