Panggung Komunikasi Publik Menyambut HUT ke 79 Bhayankara

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara pada tahun 2025 Polda Sumut dan jajaran menggelar berbagai kgiatan bakti sosial. Aktiftas yang menarik perhatian masyarakat ini telah membuka ruang dialog yang membangkitkan semangat kebersamaan. Bakti social yang menyentuh langsung pada persoalan kemasyarakatan ini menjadi panggung komunikasi public efektif untuk membangkitkan kepercayaan dan citra positif lembaga.
Apa yang disampaikan Ngadino dan istrinya, Sri Rahayu beserta tujuh anak mereka bisa jadi cermin. Ngadino (42), seorang kuli bangunan di Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang merasa seperti mendapat durian runtuh. Rumah tempat tinggal warisan orang tua yang berusia puluhan tahun itu mendapatkan sentuhan perbaikan dalam aksi kepedulian Polri.
Berkat perbaikan yang dilakukan Poda Sumut, rumah tempat tinggal itu relative lebih layak untuk ditempati. Ngadino bersyukur karena rumah yang ditempati Bersama keluarga itu menadi lebih layak, Dikutip dari Media, Ngadion menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Terima kasih kepada Polri yang telah membantu membedah rumah saya. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat dan selalu hadir di tengah-tengah kami,” ujar Ngadino dengan penuh haru .
Ngadino tidak sendirian, ada banyak warga yang merasa besyukur karena aksi peduli Polri dirasaka benar manfatnya.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H mengungkapkan, kegiatan social yang digelar sebagai wujud Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-79,” ujar Irjen Pol Whisnu Hermawan dalam sambutannya.pada Peringatan HUT ke-79 Bhayangkara di Sumut
Melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat Polri berupaya menciptakan panggung komunikasi publik yang menyuarakan kepedulian, kehadiran nyata, dan dialog moral antara institusi dan masyarakat. Melalui bakti sosial, Kapolda Sumut dan jajarannya menunjukkan bukan hanya wujud pengabdian, tetapi ungkapan empati sekaligus membawa pesan institusional dengan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Di era media social di mana kepercayaan publik selalu diuji, narasi non formal seperti ini bisa menjadi penguat ikatan simbolik yang menyemai kepercayaan dan solidaritas antara Polri dan masyarakat.Sudah seharusnya panggung komunikasi public bisa menjadi agenda yang tidak hanya hadir saat perayaan HUT Bhayangkara.





