Sinergi Polda Sumut dan Media dalam Mitigasi Bencana

Peristiwa bencana banjir bandang yang terjadi di akhir November hingga Desember 2025 di tiga Provinsi Sumatera memberi pelajaran penting. Bencana hidrometeorologi,i banjir bandang hingga tanah longsor di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat menegaskan pentingnya mitigasi bencana.
Dalam manajemen bencana, informasi akurat adalah kunci keselamatan. Polda Sumut di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan tergolong proaktif menyalurkan data terkini melalui Bidang Humas untuk memastikan masyarakat mendapatkan peringatan dini.Informasi itu dilakukan secara realtime melalui laporan personil di lokasi bencana. Perkembangan atau informasi terkini terkait dengan kondisi di lapangan yang jelas sangat penting bagi masyarakat.
Hal ini makin diperkuat lewat kolaborasi dengan media sehingga penyebaran informasi penting bisa lebih meluas. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa media adalah mitra strategis dalam menyebarkan imbauan keselamatan secara real-time. “Media membantu kami menjangkau warga di titik-titik rawan agar mereka bisa melakukan evakuasi mandiri sebelum dampak bencana meluas,” jelasnya dalam rilis perkembangan bencana di Mapolda Sumut.
Kolaborasi dalam penyebaran informasi yang dirilis Polda Sumut untuk media juga menjadi elemen penting dalam mencegah disinformasi dan mispersepsi di tengah masayarakat. Di era digital, ancaman hoaks sering kali lebih cepat menyebar daripada bantuan logistik. Polda Sumut bekerja sama dengan jurnalis kredibel untuk melakukan verifikasi data di lapangan. Melalui portal resmi seperti Humas Polri, kepolisian meluruskan informasi yang simpang siur, memastikan warga tetap tenang dan tidak terhasut oleh berita palsu yang meresahkan.
Sinergi ini juga memotret aksi nyata Polri dalam upaya penanggulangan bencana di Sumatera Utara. Beberapa inovasi dan aksi kemanusiaan yang menjadi sorotan media pada Desember 2025 misalnya, pengiriman bantuan pangan melalui helikopter ke wilayah yang terisolasi karena jalur darat terputus, seperti di Tapanuli Utara dan Sibolga. Sebelumnya cukup banyak lokasi bencana yang tidak bisa diakses sehingga dibutuhkan upaya pengiriman bantuan lewat Udara.
Tak cuma memberikan bantuan logistic lewat Udara untuk para korban bencana, pemasangan jaringan internet satelit oleh tim IT Polda Sumut di posko-posko pengungsian yang kehilangan akses komunikasi juga menjadi nilai penting. Komunikasi yang terputus sempat menimbulkan kekhawatiran akan kondisi warga di lokasi bencana. Putusnya saluran komunikasi ini bisa saja berdampak pada kepanikan keluarga.
Pengerahan ribuan personel, termasuk tim DVI dan unit K-9, untuk mempercepat pencarian korban dan pemulihan pascabencana. Upaya-upaya yang dilakukan Polda Sumatera Utara dalam penanggulangan bencana menjadi bermakna karena informasi itu cukup massif tersebar melalui media.
Melalui penyebaran inormasi ang aling inergi antara Poda Sumatera Utara dan media memberikan gambaran kepada masyarakat untuk memahami bencana yang terjadi. Kolaborasi antara Polda Sumut dan media bukan sekadar hubungan profesional, melainkan bentuk nyata dari gotong royong modern. Dengan narasi yang positif dan edukatif, media membantu membangun kembali harapan masyarakat di tengah duka bencana.
Kolaborasi ini tentu tidak mengabaikan penyebaran informasi di media social official lembaga. Masyarakat tetap diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui akun media sosial Instagram Polda Sumut atau menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi dan logistik.


